TAUHIDU DZAT


Tauhidu Zat

Ketika semua makhluk belum ada, bumi dan langit belum diciptakan, surga dan neraka belum ada. Kondisi itu oleh kalangan para ahli tasawuf di dikenal dengan sebutan “ Alam Sunyi“.

Pada keadaan  Alam Sunyi tersebutlah Zat berdiri  dengan nur-Nya dan dengan Nur-Nya itu Zat berdiri dengan sendirinya , tanpa sebab yang menyebabkannya.
Tahap selanjutnya dari Nur-Nya timbullah sifat Ujud dari Zat yang berarti Ada, Dan mulai saat itu Zat tersebut menjadi ada dengan sifat Ujudnya atau Adanya Zat tersebut dengan sifat ujud-Nya tersebut. Sehingga tanpa sifat ujud itu, Zat hanyalah Zat semata-mata karena belum ada sifat yang menyebabkan adanya. Dengan telah adanya sifat Ujud yang berarti Ada, Ada-Nya Zat itu dimulai dengan terpancarnya Nur dari Zat, sehingga Nur  yang terpancar dari Zat adalah sesuatu yang membuktikan Adanya Zat. Tanpa Nur yang memancar dari Zat, sifat Ujud dari Zat tidak boleh dibuktikan.
Ini merupakan pemahaman yang sangat penting, karena sebagai makhluk, kita tidak diberi hak atau kita tidak diberi kuasa ilmu untuk membicarakan tentang Zat Tuhan. Sebagai makhluk, kita hanya diberi wewenang sebatas kajian tentang Perbuatan Tuhan ( Zat ) saja. iaitu sesuatu yang sudah diciptakan dan atau dilahirkan oleh Tuhan ( Zat ) atau sesuatu yang sudah ada dan diadakan, sehingga apabila sesuatu itu telah ada, kita boleh dan diberi hak untuk melakukan kajian dan pembahasan sesuai dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki.
Kembali kepada pancaran Nur yang menjadi bukti dari Adanya Zat yang sebelumnya Zat berdiri sendiri dengan Nur-Nya, maka selanjutnya Nur tersebutlah yang melahirkan sifat-sifat dari Zat secara keseluruhan.
Nur yang memancar dari Zat itulah yang kemudian difahami sebagai Nur Muhammad.
Hai ahli kitab, Sesungguhnya Telah datang kepadamu Rasul kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak ( pula yang ) dibiarkannya. Sesungguhnya Telah datang kepadamu Cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan  (n QS : 005.  : Al Maa-idah : Ayat : 015 ]
Cahaya Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dan Kitab Maksudnya: Al Quran.
Jabir ibn `Abd Allah r.a. berkata kepada Rasullullah s.a.w:
“Wahai Rasullullah, biarkan kedua ibu bapa ku dikorban untuk mu, khabarkan perkara yang pertama Allah jadikan sebelum semua benda.” Baginda berkata: “Wahai Jabir, perkara yang pertama yang Allah jadikan ialah cahaya Rasulmu daripada cahaya-Nya, dan cahaya itu tetap seperti itu di dalam Kekuasaan-Nya selama Kehendak-Nya, dan tiada apa, pada masa itu  ( Hr : al-Tilimsani, Qastallani, Zarqani ) `Abd al-Haqq al-Dihlawi mengatkan bahwa hadist ini sahih
Kemudian dari Nur Muhammad terciptalah Lauh, Arasy , Qalam. Qalam kemudian diperintah untuk menulis ‘la ilaha illa’Allah Muhammadun Rasulullah’ selanjutnya Qalam melanjutkan penulisan penciptaan seperti bumi dan langit, surga dan neraka, malaikat dan iblis serta semua makhluk lainnya termasuk manusia dan Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul serta umatnya yang tunduk dan umat yang durhaka sampai hari kiamat kelak yang kemudia dikenal dengan Qadha dan Qadar serta dari Nur Muhammad itu jugalah kemudian tercipta Adam AS.
“ Bila Tuhan menjadikan Adam, Dia menurunkan aku dalam dirinya ( Adam ). Dia meletakkan aku dalam Nuh semasa di dalam bahtera dan mencampakkan aku ke dalam api dalam diri Ibrahim. Kemudian meletakkan aku dalam diri yang mulia-mulia dan memasukkan aku ke dalam rahim yang suci sehingga Dia mengeluarkan aku dari kedua ibu-bapa ku. Tiada pun dari mereka yang terkeluar “. ( HR  : Hakim, Ibn Abi `Umar al-`Adani )
Dari pemahaman yang singkat di atas, dapat kita membuat suatu kesimpulan dengan pemahaman bahwa, sebelum Allah di sebut Tuhan, maka yang ada pada saat itu hanyalah Zat semata-mata yang terdiri dengan sendirinya, dengan Nur-Nya dan  Allah baru menyatakan dirinya sebagai Tuhan setelah Allah melahirkan sifat-sifatnya melalui Nurnya tersebut. Nur Allah itu kemudian dinyatakan sebagai Nur Muhammad, sehingga melalui Nur Muhammad tersebutlah Allah melahirkan sifat-sifat ketuhanan pada makhluk-Nya.
Selanjutnya melalui risalah yang singkat ini, dapatlah kiranya dipahami sedikit lebih tentang tentang konsep pemahaman yang menyatakan bahwa “ Zat pada Allah, Sifat Pada Muhammad, Rupa pada Adam dan Rahasia pada Diri Kita “
Sebagai catatan dari risalah ini perlu disampikan bahwa kalimat “ Zat berdiri dengan Nur-Nya “ bukan difahami dengan kosep “ Zat “ dan “ Nur “ yang terpisah. Pemisahan dilakukan hanyalah semata-mata untuk membangun pengertian dan pemahaman tentang Kelahiran Sifat dari Zat. Terakhir, saya berharap semoga kajian ini boleh menambah konsep pemahaman kita dan sebagai tambahan bahan dalam diskusi pada majelis masing-masing.
Allah SWT adalah wajibul-wujud bagi zatNya, dan sifat wujud Allah SWT adalah wajib dan lazim dalam zatNya.
Oleh karena itu wujud zat Allah tidak boleh terhalang oleh tidak ada.
Allah wujud karena zatNya dan bukan karena yang lain.
Wajibul-wujud Allah adalah wajibul-wujud bagi zatNya yang tidak membutuhkan sesuatu pun selain Allah.
Sebaliknya, wujudnya sesuatu selain Allah membutuhkan kepada wujud zat Allah.
Dengan demikian, zat Allah adalah Esa, dan tidak ada yang menyerupainya.
Allah adalah Zat yang bersifat Ujud  (Wujud)  yang berarti ada. Allah ada dengan sendirinya. Tidak disebabkan oleh sesuatu sebab dan tidak diakibatkan oleh suatu akibat. Dialah Tuhan yang awal dan yang akhir dan daripada-Nya tersebab adanya segala sesuatu. Sehingga dengan tersebab karena Allah adanya segala sesuatu itu, maka tidak ada segala sesuatu itu yang tidak berasal dari pada Allah. Dan tidak ada segala sesuatu itu melainkan hanya Allah yang wajib Wujud saja.

Wujud adalah sifat yang utama yang dilahir dari Zat sebagai bukti keber-ada-an-Nya. Dari sifat Ujud tersebutlah dilahirkan sekalian sifat yang dikandung oleh Sifat Zat, karena mustahil Zat itu mempunyai sifat Kuasa dan atau Maha Kuasa apabila Zat itu tidak bersifat Wujud.

Sehingga ketika lenyap sifat Wujud tersebut pada diri makhluk karena hanya Allah saja yang wajib Wujud, maka lenyap pulalah seluruh sifat yang diakibatkan oleh sifat Wujud tersebut pada diri makhluk. Yang tinggal hanyalah Sifat Zat semata-mata, yaitu Allah. 

Dengan memahami terminologi bahasa bahwa, sifat adalah sesuatu yang menjadi pertanda dari keberadaan suatu zat, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan suatu zat dapat dirasakan dengan merasakan keberadaan sifatnya, Dimana ada zat, maka disanalah juga berada sifatnya. panas di utara apabila apinya ada di selatan. Apabila panasnya terasa di utara, maka apinya pasti ada di utara , Dimana ada Sifat disitulah Zat berada. Tidak mungkin kita merasakan juga.

 ” Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. “. ( QS : 02. Al Baqarah : Ayat : 186 ).

” dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya “, ( QS : 50. Qaaf : Ayat : 16 )

Mungkin hanya sampai disini saya bisa menjelaskan tentang , Hakikat Tuhan , dalam Blog Kajian Hakikat Tauhid ini, karena apabila tanpa didasari dengan kekuatan ibadah lahir dan ibadah batin yang sempurna, maka pemahaman ini justru bisa dimanfaatkan oleh iblis untuk menyesatkan aqidah, sebagaimana yang telah terjadi pada faham  Wahdatul Ujud  yang memahami bahwa Makhluk bisa bersatu dengan Tuhannya.

51 comments on “TAUHIDU DZAT

  1. Bahasan yang bagus

    Suka

  2. terima kasih atas penjelasan nya.

    Suka

  3. Luar biasa…
    Assalamualaikum…..bolehkah saya bertanya..? Stelah saya pahami uraian ketauhidan ini saya timbul pertanyaan, apa mungkin saya telah salah memahami…? Pertanyaannya sebagai berikut:
    Mengapa alam dunia ini diciptakan..? Apa tujuan hidupnya alam ini bahwa tuhan adalah sudah hidup..?

    Suka

    • Hadist Kudsi yg di sabdakan Oleh Rasulullah dari Jabir r.a ” Aku Allah adalah perbendaharaan yang tersembunyi dan Aku berkenan untuk dikenali, maka Aku menciptakan Mahkluk untuk mengenaliku.. dstnya “

      Suka

    • Subhanalla, smoga Allah swt menuntun kita ke jalan yg diridhoinya. Aminn..

      Suka

  4. Kenapa kok anda menyalahkan “iblis” bukankah karena iblis kita ada didunia ? bukankah ibadah kita ini gak ada apa-apanya di banding iblis ? iblis saja sdh sampai surga , jadi pemimpin malaikat lagi,…..sedang kita ? boro-boro tau surga ibadah saja gak becus ! sholat saja gak pernah iklas kok ? saya mohon dipahami dan di pikirkan kata-kata saya ini,…semoga kita semua mendapatkan Allah ridho……amin.

    Suka

    • yang nyalahin iblis siapa? baca ga tulisan saya? iblis diciptakan Allah sebagai saringan bagi amal ibadah anak cucu Adam, sekiranya iblis ga baik, knp Allah menciptakan iblis? karna adanya iblis maka surga dan neraka itu menjadi berguna, sekiranya Allah tdk menciptakan iblis? untuk apa Allah menciptakan surga dan neraka? , kita semua fahami kalo tiap jengkal tanah dibumi ini pernah di tempati iblis untuk bersujud kepada Allah, karna itu dia diangkat menjadi malaikat azazil, bagi seorang sufi, jika dia masih terikat dan menyalahkan yg lain atas yg lain nya, berarti dia belum mencapai maqam af’alullah. dan sebenarnya iblis itu ga bersujud kepada Adam a.s juga krn iblis itu hanya bersujud kepada Allah, bkn kepada selain Allah, hanya saja Iblis ga memahami kalimat fasjuduli Adama’ fa sajadu, sehingga iblis menjadi enggan.. dan juga ga mengikuti perintah Allah, jadi siapapun yg ga mengikuti semua perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, berarti dia lebih buruk dibanding iblis. makasih atas komentnya sodara Erik.

      Suka

  5. Sblmnya sy mnt maaf kmnt ridho utk menambahkan sdkt sj utk pemahamam sy bahwa sanya kt semua hrs mengerti dulu makna dr kodrat dan iradatnya barulah kt dpt memahami makna dr kitab permata yg indah ini selebihnya sy mnt maaf mnt ridho

    Suka

    • Alhamdulillah, segala Puji dan Redha hanya Dari Allah dan untuk Allah, Bismillah dengan Rdha Allah, belajarlah sahabat, semoga Rahmat dan hinayah Allah bersama kita semua kaum muslimin.. Amiinnnn.

      Suka

  6. apakah ada ceramah tentang uraian kajian NUR MUHAMMAD atau NUR ZAT.

    Suka

    • Ada, tapi tdk bersifat umum.

      Suka

      • Boleh minta link nya juga?

        Suka

  7. assalamualaikum,pak mohon pengarahannya tentang pemahaman saya! menurut saya,paham wahdatul wujud memang bersatunya Tuhan dengan makhluknya tetapi Tuhan tetaplah Tuhan dan makhluk tetaplah makhluk. gimana pak,pemahaman saya,apa ada yg kurang pas? terimakasih sebelumnya.

    Suka

    • Wa alaikumsalam.. benar sodara agus, Tuhan tetaplah Tuhan dan hamba tetaplah hamba, ibarat menyatunya ikan dengan lautan, seperti menyatunya semua pantai didunia ini.. terdiri dari sebuah laut.. namun memiliki nama pantai yg berbeda..

      Suka

  8. bagus banar buku permata hati ini mohon izin membaca

    Suka

  9. Assalaamu’alaikum uztads , pengajiannya ada dikota mana?.

    Suka

  10. assalamua’laikum wr.wb .
    Maaf saudara ini saya hanya sekedar menyampaikan pemahaman(pendapat) saya tentang wahdatul wujud .
    Kalau pendapat saya ini salah/keliru mohon koreksinya.

    Menurut saya paham wahdatul wujud bukanlah suatu paham yang sesat .
    Mungkin saja karena ilmu(pemahaman) kita yang belum sampai shingga ada yang salah tafsir paham ini paham yang sesat .
    Bersatunya hampa dg tuhannya dalam paham ini bukan berarti seperti wadah antara hamba dg tuhannya itu melebur menjadi satu
    Atau Spt halnya bergabungan suatu hal(zat) dg hal(zat) yang lainnya sehingga menghasilkan hal yg baru. Jika pemahamannya(teori) spt ini tentu saja salah.

    Bukankah ilmu ma’rifat itu ilmu yang halusnya halus, rasaning rasa, yang dalamnya tak dapat diukur dg akal dan logika.
    Spt contoh antara sarung dan pedangnya.
    Kalau menurut ilmu umum ataupun logika(ilmu biasa) bukankah pedang itu yang masuk kedalam sarungnya.
    Namun dalam kajian ilmu ma’rifat bukan pedang yang masuk sarung tapi sarung yang masuk kedalam pedangnya.
    Kenapa demikian, karena adanya sarung karena adanya pedang,kalau tak ada pedang bagaimana dibuat sarungnya.

    Jadi menurut pendapat saya bersatu(bergabung) dalam paham wahdatul wujud ini adalah peleburan atau pemfanaan kedirian seorang hamba kepada zat yang menjadikan dan kembali kepada zat asal muasal atau zat Ahadiyah(YANG SATU)
    Seperti kembalinya setitik air kedalam lautan.
    Jadi hilanglah yang hamba yang ada hanya zat Allah semata-mata(secara makna).
    Kuasa(qodrat)ku, qodratnya Allah
    Kehendak(Iradat)ku, iradatnya Allah
    Tahu(ilmu)ku , ilmunya Allah
    Hidup(hayat)ku, hayatnya Allah
    Mendengar aku, sami’ nya Allah
    Melihat aku , bashirnya Allah
    Berkata aku, kalamnya Allah
    Yang ada hanya zat Allah semata.

    Hadist dari Baginda Rasulullah saw “Berkelakuanlah kamu dengan kelakuan Allah”

    Al-Hallaj “aku bknlah yg Maha benar, tapi aku salah satu dari yang benar itu”

    Mungkin ada yang bilang bahwa al hallaj atau syekh siti jenar pernah bicara “ana al haqq” atau ini tuhan(kepada dirinya) .
    Kalau kita yang belum sampai ilmunya mungkin ini bisa dibilang sesat tapi bagi yang sudah sampai ilmunya atau pahamnya itu belum tentu ?.
    Jadi Pertanyaannya begini apakah yang bicara itu benar2 al hallaj atau siti jenar pribadi(yg hamba) kalau itu yang bicara ini memang sesat.
    Logika begini misalnya radio.
    Atau hp lah biar lebih gampang. Ketika kita melihat orang berbicara dg hp. Apakah yg berbicara itu hp itu sendiri ?

    Seperti yang kita ketahui para ahli ma’rifat yg sudah mencapai maqom tertinggi.sudah tidak terpengaruh lagi oleh hawa nafsu(hijab penghalangnya sudah tembus) bahkan surga pun haram bagi mereka (jangan salah mengerti haram yg dimaksud ini tdk tergoda oleh surga. Jika ahli ma’rifat masih tergoda oleh surga maka tak akan pernah mencapai maqom tertinggi)

    Wallahua’lam

    Ini saja pendapat dari saya kalau ada yang keliru moho masukannya.
    Semoga kita semua diberkahi rahmad oleh Allah swt.
    Dan semua ilmu yang tersaji dan dibahas dalam majelis ini bermanfaat dunia dan akhirat.
    .

    Suka

    • Alhamdulillah.. Baik pembahasan nya. Moga manfaat kita semua sesama..

      Suka

    • persoalannya, syeh siti jenar dihujat oleh sembilan wali lainnya kemudian dihukum. dan kemudian masyarakat kita tahunya bahwa syeh siti jenar wali yang sesat. sampai sekarang pemahaman masyarakat kita masih seperti itu.

      Suka

    • Setuju, puncak seorang hamba sampai pada tuhid tertinggi apa? dan bagaimana keadaaan diri seorang hamba di posisi maqom tertinggi atau puncak tauhid. terima kasih

      Suka

  11. assalamua’laikum wr.wb . sy mau bertanya. gimana cara menyatukan sifat ma’ani dalam melaksanakan ibadah sholat; hakekatnya bagaimana?

    Suka

  12. hamba menghadap tuhan dan tuhan menghadap hamba, mana ada tuhan menghadap tuhan, maujudnya hamba karena maujudnya sifat dzat,sampai kapan pun dan sedalam apapun hakekat hamba tetaplah hamba yg menghadap tuhan.

    Suka

  13. Alfuw. Kata istri sy, klo sy tdur suka ngigo(ngomong tpi tidur)..trus ngomong nya Ana Al-Haq.. sy bilang ke istri klo Al-Haq itu salah satu asma Allah ta’alaa..,krn istri sy nganggap sy ngaku Tuhan klo lgi “ngigo”. Sy blang klo Al-haq di artiin Tuhan, mka brp bnyak orang islam yg kafir..Exp: ada orang nm nya Abdul rahim..tmen nya manggil nya enak aja; Rahim!..rahim!..rahim. sgitu aja ya crita nya. Aalfwu.🙂

    Suka

  14. dimana saya bisa membeli buku PERMATA HATI ini….sdh ada berapa buku terbit sebelumnya?

    Suka

  15. mohon pencerahan apabedanya fana dengn fana ul fana

    fana = tenggelam dengan perbuatan,asma,sifat zat Allah

    fanaul fana = tenggelam dengan perbuatan,asma,sifat zat diri insani

    apkah benar seperti itu?

    dan setelah fana prilaku tdk brdosa,jd diri sendiri yg kita mau apabenar seperti itu apa keterangan dr syeh silsilah

    Suka

    • Alhamdulillah bener seperti itu.. bagi org yg fana.. adalah mustahil berbuat Dosa… jadilah apa yg engkau mau.. sebenarnya adalah kalimat menyandingkan diri seorang hamba kepada kehendak ilahiyah pada dirinya… iya bnr itu keterangan dari belia yg dirahmati Allah Syeh Al bajari.. beliau seorang ulama besar dari banjar… cabang ilmu dari syech abu Hasan Asyadziliyah.. wassalam🙂

      Suka

  16. Subhanallah, betapa kayahnya negeri nusantara, bukan hanya kaya sumberdaya almnya saja, tetapi sebenarnya juga kaya akan sumberdaya manusianya, hanya saja generasi mudanya yang kurang mebnghargai dan meniru jejak para pendahulu dengan mengaplikasihkan pada dunia moderen.

    Suka

  17. Alhamdulillah…izin menelaahnya..semoga dapat bimbingan dan hidayahnya dari Allah SWT

    Suka

  18. Maaf saya sedikit menulis:
    Kalau boleh mencontohkan; ibarat sebatang pohon. Di pohon itu ada kulit, batang, hati(inti dalam kayu dan ada air dsb

    kalau saat kayu pada pohin itu bicara maka dia adalah kayu
    kalu air pada pohon bicara maka dia adalah air dan begitu seterusnya

    Pada manusia ada jasad, roh, Nur Muhammad dan Dzat Allah

    Kalau NuMuhammad yang bicara maka dia adalah NurMuhammad begitu juga selanjutnya
    Kan jadi tak benar jika Dia yang bicara mengatakan Dia adalah bukanlah Dia , namun perlu kehalusan ma’rifat bisa merasakannya

    Suka

  19. Akidah Tauhidul Dzat yang bersumber dari Firman dan Sabda Nabi Muhammad Saw., “LA ILAHA ILA ANA ” lebih jelas lagi bermanfaat serta selamat..!!! Usaha abadi, hanya AL INSANU SIRRIHI sahaja yang mengetahui Nya..!!! Atas Kesejadian hidup, kesemua yang ada kini, pada asalnya tiada, termasuk diri pun tiada.. ” KESEMUA NYA TIADA, KECUALI AKU SAHAJA YANG ADA ” Menurut Firman dan Sabda tersebut..!!! WASSALATU WASSALAAMU ALA ASHRAFIL ANBIYA’I WALMURSALIN SAIDINA MUHAMMADIN WA ALA ALIHI WASAHBIHI AJMA-IN..!!!

    Suka

  20. mohon maaf lah,si bodoh ni hendak ikut berkomentar sedikit
    ujar guruku,tidak usah kita mengetahui zatnya Allah,yang panting hidup ni ma’rifat kepada Allah artinya:
    1.kada ta akui diri alias istiqomah dalam sagala hal baik dalam hal ibadah ataupun pangkat,kekayaan,kepintaran,ketampanan,kalau sampai ta akui jadi tuhan,yang hebat lain kita,yang sugih lain kita.yang alim lain kita,ilmu ma’rifat tuh kada ngalih jar sidin,kaya itu ja
    2.dapat bala,dihina urang,dicaci maki urang,ngga usah dipikirin santai saja hidup nih ujar

    Suka

  21. Kenapa bicara surga neraka….ssurga ga ada neraka ga ada…..maanusia terdiri dari jasad dan ruh….jasad hilang…tinggal ruh…rruh punya siapa….mmau ga allah menyiksa punya dia…..

    Suka

    • bukankah surga adalah Rahmat dan neraka adalah Rahmat juga?? rohkah yg disiksa dalam neraka?? atau roh menjalani pembersihan atas kesalahannya diatas dunia ini??..

      Suka

  22. Surga..neraka hanya ancaman…semua agama….agar manusia akhlakul qqarimah
    Quran dan Hadist….iitu Hudalinas…petunjuk manusia…
    Jadilah hambaku bila ingin ketemu Aku….dan keluar dari hukum2ku.artinya tidak punya Quran dan Hadist lagi….ttetapi punya Quran dan Hadist sendiri yg tentunya lebih baik…bbukan yg tertulis tetapi yg tersirat…
    Matikan dirimu secara maknawi…..llahawlakuwata….yyg ada sifat Allah …QQudrat…IIradat…iilmu…HHayat…sshama…BBhasar…kkalam……iitulah sifat2 Allah……
    Siapapun yg membaca ini…dia ilmu…..ttidak boleh marah..mmengeluarkan kata2 tdak sopan..ssumpah serapah…
    semoga kita semua tahu tentang islam yg selamat..yyg rahmatan bilalamin…yyg manfaat..ssafaat..rrahmat..bberkah buat sekeliling dan alam semesta….yyg tdak ada iri dengki…ssombong….ttipu..ddaya dusta…peerasangka….yyg melihat setiap apapun dg rahman rahim…bijak…ashma allah 99 meliputi dirinya……yang bahkan matipun dirindukannya….kketemu dg Allah

    Suka

  23. Muhammad berasal dari Nur Zatullah….kkitapun demilkian..berasal dari Nur Zatullah…..Muhammad yg dulu sudah tiada
    Muhammad awal….Muhammad akhir….Muhammad Lahir….Muhammad Bhatin….jdulah Khalifah2 yg khanaah….jadilah muhammad2 zaman sekarang…yg peduli dg alam semesta…..

    Suka

  24. subhaanalloh…semoga hamba diberikan ilmu untuk memahaminya…

    Suka

  25. Syukron atas paparannya .semoga allah merahmati dan memberikan kemudahan .

    Suka

  26. Assalamualaikum saudaraku yg SE iman sy sgt trtarik dgn kajianx sehingga timbul pertanyaan dlm htiku,apkah sma nur Muhammad dengan nur Allah karna nur Muhammad tercipta dari zat Allah itu sndiri.”sprti permumpamaan Allah membelah cayahax menjadi dua” mhon pnjlasanx maaf law penypaian sy krng jlas

    Suka

  27. yang aku cari ada dsini, pada titik awal smua ibadah wajib dan sunnah aku jalani dan pada titik pencarian aku berguru ksana kmari untuk bisa dkat dan mengenal allah tnyata aku bisa mengenalNYA stlah aku mngenali diri sndiri, tp tak ada saudara untuk saring, pengetahuanku hanya sbatas untuk diri sndiri karena jika aku smpaikan kpda yang bkan ilmunya maka sesatlah aku, sdang yang aku dapat blum ada setetes bhkan setitik krn msih bnyak aura2 dan sifat2 negatif yang msih ada dalam diri ini, aku masih trus menggali smpai pada titik trtinggi. trima kasih untuk blog ini, smoga aku bisa mencapai apa yang aku inginkan mlalui blog. terima kasih.

    Suka

  28. Shukur alhamdulillah saya dan keluarga saya telah di ketemukan kan dengan Ilmu tauhid ini dan mempelajari asas nya dan telah di bai,ah seluruh keluarga saya
    Guru saya mempelajari ilmu tauhid ini dari seorg guru yg bernama ,tuan guru mursyid khalipah musa harahap bin abd roni
    Asal dari -air merah riau..

    Shukur juga saya melihat dari penulisan saudara pengarang secara am nya pembelajaran adalah sama….
    Moga mendapat hidayah Allah kita sesama insan…

    Suka

  29. bang annafiz ada yang bertanya setelah diurai diatas bahwa allah itu lebih dekat dari urat leher…. pertanyaannya kalau benar allah itu dekat dari urat leher potong leher apa ketemu dengan allah… mhn jwbnya

    Suka

    • kalimat diatas adalah kalimat muttazabihat.. perumpamaan tajalli Allah.. ibarat kita mengadakan Video Call lewat Line atau skype..kita berhadapan lgsg.. bertatapan muka.. padahal org tersebut berada ribuan kilo meter..

      Suka

  30. Boleh krimi link nya ceramah tentang uraian kajian NUR MUHAMMAD atau NUR ZAT?

    Suka

    • beli aja bukunya addurrun nafiz.. semoga ada terjual.. karna linknya hanya ini..

      Suka

  31. Bang mau tanya, kenapa ada yg mengatakan sesat tentang pemahaman “Allah adalah dzat, Muhammad adalah sifatnya” klo setuju kenapa klo gak setuju kenapa? mohon penjelasannya, terimakasih.

    Suka

    • yg memahami sesat adalah mereka yg tdk memahami..
      ibarat seseorang yg mengatakan duren itu memabukkan dan rasanya tidak enak.. berdasarkan perkataan org saja.. bukan berdasarkan pemahaman dan pendekatannya sendiri terhadap.. duren tersebut..

      Suka

  32. PENGAKUAN ISLAM.. ” LA ILAHA ILLALLAH ” ADALAH KALIMAT TAUHIDUL DZAT MAHASUCI YANG TIDAK BERBENTUK SEPERTI MAKHLUK ATAU MANUSIA ATAU PUN PATUNG BERHALA YANG MEREKA SEKUTUKAN..!!! Dan “MUHAMADAR RASULALLAH ” ADALAH KALIMAT TAUHIDUL SIFAT YANG TERPUJI., YANG PERLU KITA IKUTI SUPAYA DI AMALKAN..!!! SALAM HORMAT..!!!

    Suka

  33. Dari manakah cerita atau keterangan ini diambil (kitab nya kitab apa dan siapa pengarangnya)

    Suka

    • Kitab addurrun nafiz.. syechk annafis al banjary.. ilmu ini juga sama persis dengan penjabaran syeck Attaillah.. dari beliau kutub aulia syechk Abu Hasan Adzasyili..

      Suka

  34. DZAT (PENCIPTA) BEDA DGN ZAT (CIPTAAN NYA)..!!!
    PENGAKUAN ISLAM.. ” LA ILAHA ILLALLAH ” ADALAH KALIMAT TAUHIDUL DZAT MAHASUCI LAGI MAHA TERTINGGI., YANG TIDAK BERBENTUK SEPERTI MAKHLUK ATAU MANUSIA ATAU PUN PATUNG BERHALA YANG MEREKA ORANG-ORANG KAPIR SEKUTUKAN..!!!
    ” MUHAMADAR RASULALLAH ” ADALAH KALIMAT RASUL MUHAMMAD ( BERSIFAT YG TERPUJI) YANG HARUS KITA AMALKAN SUPAYA MENJADI INSAN YANG MULIA..!!!
    WASH SHALATU WASSALAM..!!!

    Suka

  35. HAL DI POSTINGAN TERSEBUT BERSUMBER DARI FIRMAN DAN SABDA NABI MUHAMMAD SAW., “LA ILAHA ILLA ANA ” _/\_ ” AL INSANUU SIRRIHI WA ANA SIRRUHU “..!!! @ HANYA MANUSIA RAHASIA AKU YANG MENGETAHUI NYA..?!?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s