HAKIKAT DZAT


Hakikat Tauhid. Sesungguhnya Allah  adalah nama dzat dari Tuhan swt yang diperkenalkan sendiri oleh-Nya. Selain sebagai nama bagi zat Tuhan swt,  Allah  adalah juga tempat terkumpulnya atau terhimpunnya seluruh sifat yang dikandung dzat-Nya, sehingga  Allah  sebagai sebutan yang utama untuk Tuhan sudah meliputi Tuhan secara keseluruhan yang terdiri dari dzat dan sifat-Nya.

Hubungan antara zat dan sifat pada hakikatnya adalah hubungan sebab akibat yang saling terkait dan saling menerangkan antara keduanya. Keberadaan sifat disebabkan karena adanya dzat dan keberadaan dzat hanya bisa dinyatakan dengan adanya sifat, sehingga melalui hubungan tersebut Tuhan telah membukakan satu celah yang bisa dimasuki oleh akal manusia untuk mengetahu hakikat dzat-Nya dengan benar.

Sebelum melanjutkan kepada kajian tentang pemahaman sifat Allah, yang pertama yang harus diyakini tentang kajian sifat Allah itu adalah bahwa sifat yang dimiliki Allah adalah sifat yang maha sempurna yang tidak dimiliki oleh selain Allah.

Karena apabila terjadi persamaan antara sifat yang dimiliki oleh Allah dengan sifat yang dimiliki oleh selain Allah, maka sifat tersebut bukan lagi menjadi sifat Allah, karena Allah tidak bisa dipersandingkan dengan apapun sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Quran :

” dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.” ( QS : 112 : Surat : Al Ikhlash Ayat 04 )

 Setelah prinsip dasar tersebut difahami dan diyakini secara sungguh-sungguh dengan hati yang sabar dan ikhlas, baru bisa dilanjutkan dengan kajian tentang sifat-sifat Allah.

Bila tidak, kajian tentang sifat-sifat Allah itu akan melahirkan pemahaman yang sesat seperti  faham serba Tuhan yang berkeyakinan bahwa semuanya alam ini adalah perwujudan dari dzat Tuhan , atau  faham yang menyakini bahwa makhluk setelah melewati fase-fase pemahaman tertentu bisa melakukan penyatuan dengan Tuhan  dan beberapa pemahaman lain yang dikatagorikan sebagai faham yang menyimpang seperti faham Muttazilah, Wahabi, dll

Sekarang kita lanjutkan :

Imam Abu Hasan Ali al Asy-ary dan Imam Abu Mansur al Muturidi sebagai pelopor berdirinya faham Ahlul Sunnah Wal Jamaah telah menerangkan sebagai sebuah syariat bahwa sifat Allah itu dikelompokkan menjadi 41 ( empat puluh satu ) sifat dan dikelompokkan lagi menjadi 4 ( empat ) kelompok besar yaitu :

( sudah banyak blog yang membahas masalah sifat-sifat Allah ini, sehingga saya tidak akan melakukan kajian secara rinci tentang masing-masing sifat, tapi lebih kepada hakikat sifat dan pemahaman tentang Zat Allah melalui sifat-sifat-Nya )

1. Sifat Nafsiah

Sifat nafsiyah adalah sifat yang melekat pada Dzat Allah. Sifat nafsiyah ini mengakibatkan lahirnya sifat-sifat yang lain. Sifat nafsiyah itu adalah Ujud yang berarti ada. Jika sifat Ujud ini tidak ada pada Dzat Allah, maka sifat-sifat yang lain pun menjadi tidak ada, sehingga mustahil Allah itu tidak ada, karena adanya Allah dengan sifat Ujud ini. Jika sifat Ujud ini tidak ada, maka Allah pun menjadi tidak ada.

2. Sifat Salbiyah

Salbiyah cendrung dikatakan sebagai sifat yang membedakan Allah dengan selain Allah, tapi saya lebih memahami bahwa sifat salbiyah adalah sifat yang menerangkan sifat nafsiyah karena apabila dinyatakan sebagai sifat yang membedakan antara Allah dengan selain Allah tentunya sifat-sifat Allah yang lain selain sifat salbiyah bisa dipersamakan dengan sifat selain Allah sedangkan dzat, sifat dan perbuatan Allah tidak bisa disetarakan sesuatu apapun juga

Sifat-sifat salbiyah itu adalah Qidam yang berarti dahulu yang tidak bermula, Baqa, berarti kekal yang tidak berkesudahan atau abadi yang tidak berakhir, sehingga melahirkan sifat Mukhalifatu lil hawaditsi yang berarti tidak sama dengan dengan segala sesuatu. Allah itu bersifat Qiyamuhu binafsihi yang berati berdiri sendiri secara mutlak. Allah tidak membutuhkan apapun atau siapapun juga untuk mengurus urusannya dan juga tidak mau urusannya dicampuri, Selanjutnya dinyatakan bahwa, Allah itu bersifat Wahdaniyah yang berarti Maha Esa atau Maha Tunggal tidak berbilang dengan pengertian bahwa :

  • Allah itu Maha Esa Dzat-Nya yang berati Dzat Allah itu tidak sama dengan apapun juga
  • Allah itu Maha Esa Sifat-Nya yang berarti Allah itu bersifat dengan segala sifat kesempurnaan yang tidak sama atau dipersamakan dengan sifat selain Allah
  • Allah itu Maha Esa Perbuatan-Nya yang berarti seluruh perbuatan Allah tidak bisa ditiru atau dicontoh oleh siapapun. hanya Allah yang berkuasa untuk melakukan sesuatu

Sifat yang tergabung dalam kelompok sifat nafsiyah dan sifat salbiyah ini merupakan dasar utama dari pemahaman tauhid. Apabila sifat-sifat nafsiyah dan salbiyah ini difahami secara salah, maka faham tersebut telah terjerumus kepada pemahaman tauhid yang sesat sebagaimana bebarapa pemahaman yang telah disampaikan diatas

Sudah banyak orang-orang alim yang tersesat dalam memahami sifat-sifat Allah ini, sehingga saya sangat menyarankan untuk jangan memaksakan logika dan pemikiran dalam melakukan kajian tentang tauhid. Apabila pada saat itu logika dan pemikiran belum bisa menumbuhkan pemahaman yang benar tentang kajian yang sedang diuraikan. Tinggalkan saja dulu untuk sementara.

Tapi jagan berhenti, Ketahuilah bahwa sesungguhnya hukum mempelajari dan memahami tauhid secara benar adalah wajib atau fardhu ‘ain (wajib bagi setiap diri ) karena hanya dengan pemahaman dan keyakinan yang benar seluruh amal dan ibadah yang dilakukan bisa diterima Allah swt, selain dari itu ditolak apabila ibadah tersebut tidak menjadi tambahan dosa.

Kalau memungkinkan belajarlah melalui seorang guru atau mursyid yang bebar-benar telah memahami tentang hakikat tauhid yang benar. Jangan sekali-kali belajar pada mursyid ( guru hidup ) yang masih atau sedang mencari-cari hakikat tauhid yang sesungguhnya, karena itu sama artinya dengan membukakan celah yang lebar bagi iblis untuk menyesatkan.

Untuk lebih jelasanya silahkan baca pengertian ilmu tauhid pada link ini atau disini Mungkin untuk sementara posting ini dicukupkan sampai disini dulu, karena pada kajian selanjutnya saya akan melakukan kajian tentang 2 ( dua ) kelompok sifat Allah selanjutnya yang merupakan pendalaman atau pemahaman lanjutan tentang Hakikat Zat pada Sifat Allah melalui sifat

3). Maani dan sifat 4). Ma’nawiyah. Apabila sampai kajian ini terdapat hal-hal yang kurang bisa difahami dengan baik silahkan penyampaikan pertanyaan melalui kotak komentar yang tersedia, termasuk bantahan, sanggahan atau apapun yang ingin disampaikan, mohon disampikan secara santun dan jangan menyebut nama orang lain yang tidak berhubungan dengan saya . Seluruh pertanyaan, tanggapan, bantahan, sanggahan atau sekedar komentar yang disampaikan, Insya Allah, saya akan berusaha menjawab dan menjelaskannya dengan baik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. karena ilmu Allah itu maha luas dan tanpa batas.

195 comments on “HAKIKAT DZAT

  1. assalam, da hal yg sya tykan? allah adlh ismu zat, tuhan adlah zatNya-zat, trus gmana hkum org islam, menybut dgan kalmt tuhan, ada hadis qudsi jganlah kmu menyembt zat qu, sftat q dst. tksh

    Suka

  2. terima kasih ilmunya.smg bermanfaat.apakan msh ada kelanjutanya?trmksh bnyak.apakah sifat2 trsbut hasil pemikiran kdua org tsb.atau ajaran yg brsal dr nabi.ataukah TUHAN sendiri yg menyebutkan sifat2Nya itu sendiri dlm ALQURAN?

    Suka

    • Jika Allah tidak bersifat dan juga tdk berdzat.. kenapa Allah menamakan diri nya Arrahman? dn menamakan dirinya dgn 99 nama? bukankah itu semua nama sifat? dan dari mana sifat itu berasal jika tdk dari yg memiliki sifat?

      Suka

  3. Bila mencapai tahap ZAT ia sudah menjadi amat rahasia, hanya yang Mursyid serta kasyaf sahaja menjadi rujukan. Rahsia ini kalau tak silap yang amat dicari dan diintai oleh sang iblis dan malaikat melontarnya dengan bebola api sebagaimana kita lihat diangkasa raya.

    Suka

      • jika kita mengambil satu ayat dari Hadist Kudsi.. Allah berfirman ” Sesungguhnya Aku Allah.. tidak jauh dari urat lehermu “.. kita mengambil contoh pada diri saudara Gufron.. Dzat Adalah diri saudara.. ( tiap manusia itu adalah tunggal.. meskipun saudara berada dalam keramain.. sesungguhnya saudara tetap adalah tunggal.. apa yg anda lihat.. apa yg anda dengar dan apa yg anda ucapkan dan fikirkan.. itu semua dari diri anda.. apa yg anda rasakan.. hanya anda yg merasakannya.. org lain tdk tahu menahu tentang apa yg anda rasakan) inilah pencerminan kemanunggalan Allah dalam diri saudara.. Tiap diri adalah Tunggal.. maka mustahil Allah itu 2 ataupun 3. inilah yg dimksd dengan dzat.. sedangkan sifat adalah sesuatu yg bersumber dari diri saudara.. sedangkan Af’al adalah perbuatan saudara.. yg bersumber dari sifat tadi..

        Suka

      • kita mengambil contoh pada diri saudara Gufron.. Dzat Adalah diri saudara.. ( tiap manusia itu adalah tunggal.. meskipun saudara berada dalam keramain.. sesungguhnya saudara tetap adalah tunggal.. apa yg anda lihat.. apa yg anda dengar dan apa yg anda ucapkan dan fikirkan.. itu semua dari diri anda.. apa yg anda rasakan.. hanya anda yg merasakannya.. org lain tdk tahu menahu tentang apa yg anda rasakan) inilah pencerminan kemanunggalan Allah dalam diri saudara.. Tiap diri adalah Tunggal.. maka mustahil Allah itu 2 ataupun 3. inilah yg dimksd dengan dzat..

        Jadi diri kita masing adalah dzat tunggal apakah diri kita allah sendiri jika dzat itu adalah allah swt. Alangkah banyaknya allah di dunia ini jika di hitung tiap x diri manusia adalah tunggal.mohon pencerahan 

        Suka

      • Kemanunggalan Allah itu mutlak.. sedangkan manusia hanyalah majas Allah Saja.. kita mengambil satu contoh yg sangat nyata dalam keseharian kita.. kita memilih sebuah channel tv.. misalnya saja SCTV .. siaran SCTV misalnya adalah tentang sebuah kapal perang.. maka setiap tv yg membuka siaran SCTV akan melihat gambar dan tayangan yg sama.. yaitu kapal perang.. ratusan juta tv.. akan mengeluarkan gambar yg sama ( kapal perang ) apakah berarti kapal perang itu sebanyak tv yg menangkap siaran SCTV td?.. jawabnnya tidak.. tetap hanya satu kapal perang yg sama.. tp berada dalam tv jutaan manusia yg membuka channel sctv tersebut..

        Suka

      • tiap sesuatu itu memiliki dzat.. manusia jg memiliki dzat.. tp dzat itu sendiri bukan manusianya… apa yg sudah aku jabarkan sebagai jwbn pertanyaan saudara itu.. hanyalah sebagai contoh..

        Suka

  4. Mungkin lebih baik judulnya bukan hakikat Zat tapi. Hakikat tauhid. Karena Allah zatNya itu laisyakamislihi syai’un dan tidak akan mampu siapapun memahaminya, kecuali atas izinnya. Dan itu topdown. Andai. Wirid atw beramal seumur hidupun.

    Suka

    • Dalam pembahasan Hakikat Dzat.. sangat jelas menjelaskan tentang Laisyakamislihi, karena Dzat Allah itu tunggal dan tidak terbagi, dalam urain itu.. tidak ada urain tentang pembagian Dzat.. tp soal kemanunggalan Dzat.. pengenalan terhadap keagungan Dzat.. jika pembahasan itu diberi judul hakikat Tauhid.. maka pembahasannya akan jd berbeda.. sebelumnya saya bertanya dulu apa yg dimaksud dengan TAUHID? ” LA Ilaha Illallah ” Tiada Tuhan Selain Allah ” Pengertian selain Allah dalam kalimat Tauhid tersebut Adalah Dzat.. bukan sifat.. Af’al.. maupun Asma.. jadi pengertian dari Laisyakamislihi adalah Sifattuzzat.. Bukan Dzat.. meskipun Dzat dan sifat Dzat itu sendiri adalah 1.. dan tdk terbagi.. hanya saja pembagian itu diperlukan sebagai pengenalan dalam proses belajar..

      Suka

      • Dzat tdk menyatu kepada sifat namu tidak bercerai…..Sifat Menyatu Kepada Dzat…..Ibarat Minyak dan Air….Contoh Perumpamaan = ambil Minyak (Sifat) masukan kedalam gelas lalu masukan Air ((dzat)…..Lalu Lihat lah Hasil nya apabila air kita masukan kedalam gelas yg sudah bercampur dengan minyak…..maka apa yg terjadi …….maka tinggal lah Air saja yg ada didalam gelas tsb…..sedangkan minyak nya akan terbuang………..Ingatlah yg baik2 itu datang nya dari Allah….sedangkan yg buruk itu datang dari Nafsu kita…..

        Suka

      • sebelumnya kita lihat dulu hadist Rasulullah ” Inna sholat li zikrillahi ” Sesungguhnya sholat itu adalah mengingat ( berzikir ) kepada Allah ” . jadi secara garis besar Sholat adalah mengingat Allah, lalu pasti akan timbul pertanyaan? apa bedanya dgn berzikir? pada hakikatnya sama, hanya yg membedakan, didalam sholat seluruh anggotaq ikut berzikir dan mengembalikan penyembahan tubuh kepada hakikatnya.
        Catatan : Tubuh manusia diciptakan Allah dari 4 unsur alam, yaitu : Tanah, air, angin dan api.. maka coba kita cermati gerakan sholat.. berdiri.. rukuk.. sujud dan duduk tahiad.. berdiri adalah penyembahan API pada tubuh manusia, Rukuk adalah penyembaha ANGIN pada diri manusia, Sujud adalah penyembahan AIR pada diri manusia dan Tahiad adalah penyembahan TANAH pada diri manusia, ini secara lahiriahnya.. hakikat dari gerak sholat.. tujuannya untuk mengingat Allah sesuai dgn hadist tadi..
        Perbedaan sholat dan amal sholat adalah.. sholat itu perlakuan.. sedangkan amal sholat adalah upah dari pelaksanaan sholat tersebut.

        Suka

      • amal sholat adalah upah dari pelaksanaan sholat tersebut.?

        Apakah sdh ikhlas  jika amal sholat adalah upah dari pelaksanaan sholat. 

        mohon koreksi puh 

        Suka

      • Upah adalah sesuatu yg dijanjikan Allah.. sedangkan sholat adalah kewajiban manusia.. setiap kewajiban tidak membutuhkan upah.. melainkan kesadaran untuk mengabdi dan melakukan kewajiban tersebut.. bukan karena menginginkan upah.. sungguh sangat memalukan jika kita melaksanakan perintah Allah krn mengharap balasan Allah atas perbuatan tersebut.. sedangkan Allah.. tidak pernah meminta upah dari pemberian Allah terhadap manusia.. sekiranya manusia itu sholat dari buaian hingga dia keliang lahat.. niscaya dia belum sanggup membayar sebiji mata pemberiaan Allah… jadi hanya manusia yg tidak tau diri dan tidak tau malu.. yang menunggu balasan dari Allah dan menghitung amal atas sholatnya..

        Suka

      • Tubuh manusia diciptakan Allah dari 4 unsur alam, yaitu : Tanah, air, angin dan api?

        Yang mana tanah , air, angin dan api nya puh yang ada di diri kita mohon petunjuknya puh 

        Terkirim dari Samsung Mobile

        Suka

      • Tanah.. itulah tubuh.. air : darah.. keringat dan semua yg berupa air yg keluar dari tubuh.. angin itulah hembusan nafas.. dan api itulah yg menghangatkan tubuh ( suhu tubuh )

        Suka

      • pertanyaan saudara kurang spesifik.. jadi saya tdk bisa menjawab mksd pertanyaan saudara gufron ” dimana dzat/dan Sifat allah berada? ” pernyataan BERADA ini yg perlu spesifikasi.. contohnya : ” dimanakah Dzat/sifat Allah itu berada pada mahkluk? ”
        jika saudara bertanya dimana sebenarnya Dzat / sifat Allah berada dalam konteks ULUHIA.. maka pertanyaan tersebut hanya bisa dijawab sebagian saja.. yaitu dimana keberadaan sifat saja.. sedangkan untuk menjawab dinama Dzat Allah berada.. itu mahkluk tdk memiliki kemampuan untuk menjabarkan secara rinci.. karna Allah tdk pernah memberi pernyataan dimana DzatNya yg Kahar, Kamal dan Jalal itu bertempat.. jadi kemampuan manusia untuk bermusyahadah kepada Allah terbatas kepada Keradhaan Allah dan apa2 yg Allah bukakan bagi si Hamba..

        Suka

  5. ass.terima kasih sblumnya atas penjelasan tersebut di atas.sy mau bertanya dimana alamat pengajian anda. dan mohon petunjuk bagaiadmana sy tuk mendapatkan guru yg mursid. terima kasih.

    Suka

    • wa alaikum salam wr,wb. Baca tulisan saya yg berjudul keterangan penting.. maka km akan mengerti belajar harus bagaimana.. perlu guru sebagai keharusan atau tdk..

      Suka

      • Pengertian mati sebelum mati tiada lain adalah suhud.. dimana seseorang tdk lagi terikat akan kehidupan duniawinya.. tp tdk meninggalkan kehidupan duniawi.. mereka tetap melakukan kegiatan duniawi layaknya org lain.. tp dunia tdk lagi mempengaruhi dirinya.. dalam arti dia tdk lg hanya megejar kehidupan duniawi dan kesenangan duniawi.. inilah yg dimaksud dengan mati.. karna kematian adalah dimana seseorang tdk lagi terikat dengan kehidupan dunia..
        kita mengambil contoh.. dunia ini ibarat rumput.. dan akhirat itu padi.. jika seseorang menanam rumput.. dia tdk akan menemukan padi yg tumbuh.. tp jika seseorang menanam padi.. dia pasti akan menemukan rumput tumbuh disela2 tanaman padi.. artinya.. jika seseorang mengejar kehidupan dan kebahagian dunia semata.. dia tdk akan mendapatkan akhirat.. tp jika seseorang mengejar akhiratnya.. dia pasti tetap akan menemukan kebahagiaan dunianya.

        Suka

      • mati sebelum mati yg sebenarnya disebut SUHUD .. dimana seseorang tdk lagi terpengaruh hatinya dan juga lahiriahnya terhadap dunia.. tp dia tidak meninggalkan kehidupan dunia.. org itu tetap melaksanakan kehidupan dunianya seperti org2 lain disekitarnya.. arti dari kematian.. ” adalah meninggalkan kehidupan dunia.. tdk lagi tergantung pada dunia.. dan tdk lagi memiliki hasrat terhadap dunia..”

        Suka

      • dalam ilmu hakikat mati itu dibagi 2 : 1 mati berpisah jasad dgn roh ..2 mematikan panca indra. tinggal pilh mau mati yg mana ? sebab saya alhamdulillah kpada allah tau cara mematikan dri sebelum mati. tau asal diri dan alhamdulillah kpada allah mengetahui ujud sir allah dalam diri. itulah kunci pengenalan diri kita ini siapa dan apa sebenarnya diri kita ini dihadapan yg maha maha besar tersebut. tanpa meninggal kan pengetahuan hukum syariat islam.siang malam hujan panas embun kabut asap saya mempelajari tauhid 6 bulan allhamdulilah baru ada secercah harapan..sangat kasian manusia yg tidak ingin tahu ilmu ini.

        Suka

    • Wa alaikum salam.. saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudara dgn singkat dan sesuai dengan ilmu yg Allah titpkan kepada saya.. mari kita jabarkan sedikit sebagai berikut :
      Sifat ma’ani yaitu sifat yang ada pada dzat Allah yang sesuai dengan kesem-purnaan Allah. Sedang sifat ma’nawiyah adalah sifat yang selalu tetap ada pada dzat Allah dan tidak mungkin pada suatu ketika Allah tidak bersifat demikian. Sebagai contoh: Kalau dinyatakan bahwa Allah itu bersifat “qudrah” yang berarti “maha kuasa”, maka sifat ini disebut sifat “ma’ani”, artinya mungkin pada suatu ketika Allah itu tidak lagi Maha Kuasa. Tetapi setelah dinyatakan “kaunuhu Qadiran”, dan sifat ini adalah sifat “ma’nawiyah”, maka artinya adalah: Keadaan Allah itu selalu Maha Kuasa, sehingga tidak mungkin pada suatu ketika tidak Maha Kuasa.

      “Sifat-sifat ma’ani: Sifat-sifat itu disebut sifat ma’ani, karena sesungguhnya telah tetap bagi Allah ta’ala pengertian-pengertian yang ada lagi tegak pada dzat Allah serta sesuai dengan kesempurnaan-Nya.
      Sifat-sifat ma’nawiyah adalah pembangsaan bagi sifat ma’ani yang tujuh yang dia adalah cabang dari sifat-sifat ma’ani.
      Dinamakan sifat ma’nawiyah, karena sifat tersebut adalah harus ada dan pengertian-nya terus-menerus ada pada dzat Allah; yaitu keadaan Allah ta’ala adalah Dzat Yang Maha Kuasa, Dzat Yang Maha Berkehendak, Dzat Yang Maha Mengetahui, Dzat Yang Maha Hidup, Dzat Maha Mendengar, Dzat Yang Maha Melihat, dan Dzat Yang Maha Berbicara.
      Adapun hikmah dari penuturan dari sifat-sifat ma’nawiyah ini beserta keada-annya adalah masuk pada sifat-sifat ma’ani.

      Suka

  6. tuhan adalah dzat, kita adalah sifat dri yg memiliki dzat, kita adalah sfat dri tuhan, kita adalah bayang2 tuhan,, tidak bergerak tanpa izin dari yg punya bayang bayang..apa yg ada dilngit dan dibumi adalah kepunyaan nya,walau sebutir zarrah pun kepunyaan nya, santai aja mencernanya ini pemahaman tingkat tinggi sumber dari segala sumber. cari mursyid yg bisa menjelaskan. seumur hidup belajar nannti baru paham kok..1 contoh mata, bola mata adalah mata, kegunaan melihat ,,maka melihat itulah sifat dari mata, gak mungkin mata buat berjalan,melihat itulah sifat yg dipinjam kan tuhan kepada kita,, maka nya dgn melihat saja, kita harus bersyukur kpadanya,,sempat nikmat melihat yg diberi dicabutnya , waduhh?? maka sifat tersebutlah yg harus kita ketahui,itu baru 1 ada 7 sifat dlam diri kita yg disebut tanjil hawas yg harus diketahui lagi. dan itu adalah sifat tuhan semua yg di pinjamkanny,, besok ditanya 1 per 1 sifat ku buat apa engkau pergunakan didunia,,nanti ngomong tuh semua sifat yg ada…ok… bye sumber dari segala sumber.

    Suka

  7. ngapunten sebelumnya, saya mohon bantuan penjelasan perihal pemahaman :” Allah diatas langit Istiwa Al Arsy” Apakah benar Allah bertempat/menetap dilangit namun terpisah dari Arsy (Mahluk) matur nuwun Ass.Wr.Wb

    Suka

    • Itu hanya istilah dan pemahaman pengantar semata2.. sesungguhnya Allah itu tdk terbatas oleh ruang.. jika Allah bertempat pada sesuatu.. berarti Allah terbatas oleh ruang.. sedangkan Allah meliputi segala Ruang.. Al Arsy adalah singgasana kekuasaan Allah yg meliputi langit dan bumi.. tetapi Allah tdk bersemayam diatas Arsy seperti layaknya mahluk yg bersemayam terhadap sesuatu.. pengertian Allah bersemayam diatas Arsy.. adalah melambangkan terhadap kekuasaan Allah.. yg maha Perkasa..

      Suka

  8. Apa arti hakikat?
    kalau emang tau knp tidak pengajian dirumah. aja.biar pengertian jelas.
    saya tau dzat allah.
    mohon maaf salah kata saya

    Suka

    • Istilah bahasa hakikat berasal dari kata “Al-Haqq”, yang berarti kebenaran.
      Kalau dikatakan Ilmu Hakikat, berarti ilmu yang digunakan untuk
      mencari suatu kebenaran. Kemudian beberapa ahli merumuskan
      definisinya sebagai berikut:

      a. Asy-Syekh Abu Bakar Al-Ma’ruf mengatkan :

      “Hakikat adalah (suasana kejiwaan) seorang Saalik (Shufi) ketika ia
      mencapai suatu tujuan …sehingga ia dapat menyaksikan (tanda-tanda)
      ketuhanan dengan mata hatinya”.

      b. Imam Al-Qasyairiy mengatakan:

      “Hakikat adalah menyaksikan sesuatu yang telah ditentukan,
      ditakdirkan, disembunyikan (dirahasiakan) dan yang telah dinyatakan
      (oleh Allah kepada hamba-Nya”.

      Hakikat yang didapatkan oleh Shufi setelah lama menempuh Tarekat
      dengan selalu menekuni Suluk, menjadikan dirinya yakin terhadap apa
      yang dihadapinya. Karena itu, Ulama Shufi sering mengalami tiga macam
      tingkatan keyakinan:

      1) “Ainul Yaqiin; yaitu tingkatan keyakinan yang ditimbulkan oleh
      pengamatan indera terhadap alam semesta, sehingga menimbulkan
      keyakinan tentang kebenaran Allah sebagai penciptanya;

      2) “Ilmul Yaqiin; yaitu tingkatan keyakinan yang ditimbulkan oleh
      analisis pemikiran ketika melihat kebesaran Allah pada alam semesta
      ini.

      3) “Haqqul Yaqqin; yaitu suatu keyakinan yang didominasi oleh hati
      nurani Shufi tanpa melalui ciptaan-Nya, sehingga segala ucapan dan
      tingkah lakunya mengandung nilai ibadah kepada Allah SWT. Maka
      kebenaran Allah langsung disaksikan oleh hati, tanpa bisa diragukan
      oleh keputusan akal”.

      Pengalaman batin yang sering dialami oleh Shufi, melukiskan bahwa
      betapa erat kaitan antara hakikat dengan mari”fat, dimana hakikat itu
      merupakan tujuan awal Tasawuf, sedangkan ma’rifat merupakan tujuan
      akhirnya.

      Sedangkan Haqiqah secara etimologi berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala
      sesuatu, dalam dunia sufi, haqiqah diartikan sebagai aspek lain dari syari`ah yang
      bersifat lahiriah, yaitu batiniah, sehingga rahasia yang paling dalam dari segala amal, inti dari syariah dan akhir dari perjalanan yang ditempuh oleh orang sufi.
      Haqiqah juga dapat berarti kebenaran sejati dan mutlak, sebagai akhir dari semua
      perjalanan, tujuan segala jalan..

      Suka

  9. Ilmu haqiqot tegese nyata.
    tempat ada di nyawa.
    ilmu ma’rifat tegese weruh.(tau)
    syare’at harus dipakai kalau udh tingkat haqiqot,ma’rifat. Jangan tinggal syare’at..
    maaf mau tayak gurunya siapa qm?
    salut penjelasnya.
    maaf salah kata saya

    Suka

  10. Sungguh bahagia orang-orang yang telah mencapai ma’rifat,dan sungguh celaka lah orang-orang yang sholatnya dalam keadaan “mabuk” (tidak tau siapa yang di sembah)

    “Man abdal asmauna ma’na fahuwal kafirun” : “Barangsiapa menyembah nama dan tidak mengetahui yang punya nama maka di kafir”

    Suka

    • Wa Alikum salam wrahmatullahi wabarakatuh..
      jika kita memberi perbandingan sesuatu dengan nilai.. seperti lebih Tua atau lebih muda.. berarti Dia tidak Qadim.. Dia terpengaruh oleh masa dan juga ruang serta waktu.. Allah jauh dari semua itu.. Muhammad adalah esensi kedua Dari dzat Allah berarti dia bisa dikategorikan ciptaan.. meskipun itu adalah sesuatu yg memancar dari dzatNya yg qadim.. jika pertanyaan saudara berdasarkan balaga ( pengolahan kata dan retorika ) anda ada benarnya.. Karna Nama Allah diperkenalkan Oleh Allah setelah Allah menciptakan Mahkluknya.. yakni setelah Allah menciptakan Nur Muhammad dari Nur dzatnya..dan dari Nur Muhammad tercipta Qalam.. Aqlu dan ilmu.. seluruh Ruh.. malaikat.. jin.. dan seluruh Alam.. Barulah Allah memperkenalkan dirinya Sebagai Allah..
      Firman Allah dalam Hadist Kudsi ” Aku adalah perbendaharaan yg tersembunyi.. maka Aku berkenaan menciptakan Mahkluk untuk mengenali Aku”

      Suka

      • Dia Yg Menciptakanmu.. dan menjadikanmu.. Dia pula Yg Menjadikan Muhammad.. Nb : biasakan menulis Nama Muhammad Rasulullah dgn huruf besar.. diawal hurufnya.. masa nulis nama Guru aja wajib pake Huruf besar??

        Suka

  11. jangan samakan zat makhluk dgn zat allah….sebab zat allah itu bukannlah sesuatu yg boleh di hukum dgn akal…allah pun x suruh kita cari zatnya….yg penting iktikad kita dan iman harus tepat..

    Suka

    • Islam hanya mampu diterima oleh hati.. hatilah sumber dari keimanan bukan akal.. hadist Rasulullah ” Awaluddinu Ma’rifatullah ” awal mula beragama itu adalah mengenal Allah.. jika tdk mengenal Allah? apakah berarti beragama??

      Suka

      • BISMILLAH… MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU…dari situ awal kita belajar ma’rifatullah. Diri manusia itu bukan yang ngadeg ini, wong ini cuma bungkus. Kalau kita sudah benar-benar mengenal diri kita yang sebenarnya itu yang mana, baru kita bisa tau Dzat ALLAH. Selama kita masih memiliki rasa ke-aku-an, selama itu pula kita tidak akan pernah mengenal Dzat ALLAH. MANUSIA ITU YA RASA, RASA ITU YA MANUSIA. NEK RASANE ILANG, YA ISO KENAL ALLAH.

        Suka

    • Dzat tidak bersandarkan dengan sifat…..sifat bersandarkan dengan dzat…ibarat Air dan Minyak….apabila Minyak dicampur dengan Air maka yg tinggal hanya air nya (Dzat) saja…..sehingga hilang lah Minyak ( Sifat)…..wasalam……..

      Suka

  12. Assalamualaikum Pak,,
    saya pernah dengar kalau kita bisa baca Basmallah dengan yakin apa yang kita minta langsung cepat terkabul,,tapi yang membacanya jangan kurungannya harus burungnya,,kalau saya g salah namanya hud huda,,yang jadi pertanyaan itu Pak,gimana ya caranya biar hud-hudanya (burungnya) yang membaca Basmallah,,Maklum Pak saya orang awam ingin belajar dari Bapak walaupun setetes,,
    Mohon maaf sebelumnya jika ada kata” yg kurang berkenan,,,
    Wassalam,,

    Suka

  13. allah bersifat qidam .. iaitu qadam dan mustahil bersifat hadith ,bagaimana saya ingin meyakinkan para fizik yang terlampau mengkaji dan mempercayai setiap sesuatu mesti mempunyai permulaan dan mesti ada pencipta ..??

    Suka

  14. Islam hanya mampu diterima oleh hati.. hatilah sumber dari keimanan bukan akal…..
    Hati itu letaknya dimana?yang dikatakan matahati itu dimana? apa beda nya hati dan akal?
    mohon pencerahan….

    Suka

  15. SALAH KALAU DI PERKATAKAN.. SESUNGGUHNYA ALLAH ITU NAMA ZAT TUHAN SWT. // YANG JELAS ALLAH ITU NAMA BAGI DZAT YANG MAHASUCI LAGI MAHATERTINGI itu yang sebenarnya disebut TUHAN.. SANG PENCIPTA.. HARAP MAKLUM.

    Suka

    • Sesungguhnya tidak ada jalan untuk mengenal Allah… kecuali Allah sendiri yg memperkenalkan dirinya.. Namun ada jalan untuk itu.. yakni dgn mempelajari ma’rifat.. sehingga Allah akan membukakan hijabnya.. syaratnya adalah mematuhi perintah dan menjauhi segala larangan2 Allah… Wassalam 🙂

      Suka

      • KALAU TAJUK NYA HAKIKAT TAUHID.. JANGAN MEREMEH KAN HAL YANG LAIN.. KALAU ALLAH SAHAJA YANG MENGENAL DIRINYA SENDIRI, TAK PAYAH LAH UTUSAN NABI DAN RASUL NYA.. UNTUK MEMPERKENALKAN ALLAH KEPADA UMAT MANUSIA. SEMOGA BERKAH TEGUH SALAM

        Suka

      • Meremehkan hal Lain? bacalah seluruh tulisan yg ada jika ingin menyalahkan dan menilai… bukankah wajib bagi org2 hakikat untuk menjaga hukum syariat?… Bukankah jls Allah yg berkenan memperkenalkan dirinya kepada mahkluknya?.. belum pernah ada pembahasan Tauhid yg mengatakan hanya Allah saja yg mengenal dirinya… krn sangat jelas… Awaluddinu Ma’rifatullah… awal agama itu adalah mengenal Allah… yg berarti belumlah beragama bagi seseorang yg belum mengenal Allah…

        Suka

      • KALAU KITA LIHAT DARI KACAMATA ILMU TASAUF.. Kebanyakan orang hendak menjadi Tuhan seperti Fir’aun berkata:” ANA RABBUKAL A’LA ” AKULAH TUHANMU YANG PALING TINGGI ” Demikian itu ada juga yang mahu jadi pengikut nya yang berkata “AKU ADALAH TUHAN, DAN TUHAN ADALAH AKU” NABI MUHAMMAD SENDIRI YANG LEBIH MENGETAHUI ILMU KETUHANAN, TAK BERANI MENGAKU DIRINYA TUHAN. TANPA NABI MUHAMMAD SAW, KITA PUN TAK TAHU MENYEBUT DIA TUHAN BERNAMA ALLAH, AR RAHMAN, AR RAHIIM, SETERUSNYA SEHINGGA NAMA INDAH “DIA” YANG TER AKHIR ADALAH AS SABUUR.

        Suka

      • Kebanyakan kita sebagai muslim yang mukmin tak akan dapat mencegah Kekejian dan Kezaliman., Selagi kita belum sadari yang DIA TUHAN BERNAMA ALLAH ITU SENANTIASA MENGAWASI KITA WALAUPUN DI MANA KITA BERADA. Inilah ilmu kesempurnaan MA’RIFATULLAH.. Menurut ajaran Nabi Muhammad Salallahu A’laihi Wasallam

        Suka

      • IHSAN ITU.. KAMU BERIBADAH, SEOLAH OLAH KAMU MELIHAT AKAN ALLAH. SEKIRANYA KALAU KAMU TAK DAPAT MELIHAT ALLAH.. MAKA ALLAH SENANTIASA MENGAWASI KAMU.. Begitulah pesan NABI MUHAMMAD SALALLAHU A’LAIHI WASALLAM.

        Suka

  16. Kalau di perbahaskan..SEBUTAN DIA TUHAN BERNAMA ALLAH ITU PUN TIADA PADA ASAL USULNYA AZALI.. Hanya berada sebutan itu pada zaman ARAB YAHUDI DAN ARAB NASRANI SERTA ARAB JAHILIYAH KUNO.. Demikian itu.. Beristiqomah menyadari dirinya tiada pada asal usulnya Azali mengikut pahaman penerangan dan penjelasan dari FIRMAN DAN SABDA HADIST QUDSI NABI MUHAMMAD SAW LEBIH BAIK LAGI JELAS LAGI SELAMAT SERTA BERMANFAAT BUAT MANUSIA ADALAH RAHASIA AKU DAN AKU ADALAH RAHASIA NYA MANUSIA.. Dari dalil utama dengan KALIMAT TAUHID YANG HAKIKI NABI MUHAMMAD SAW telah bersabda kepada SAIDINA ALI R.A., “LA ILAHA ILA ANA” KESEMUANYA TIADA KECUALI DZAT ” Usaha abadi hanya MANUSIA ADALAH RAHASIA AKU SAHAJA YANG DAPAT KEMBALI KE ASAL USULNYA AZALI HIDUP ABADI.. SUBHANI.. SALAAM SETUNGGAL.

    Suka

  17. SADARILAH AKU BERSIFAT MUHAMMAD (YANG TERPUJI) BERTUBOH MUHAMMAD (YANG TERPUJI) iaitu ZAT YANG EMPUNYA DZAT YANG MAHASUCI LAGI MAHATERTINGI YANG MEMILIKI KEAGUNGAN DAN KEMULIAAN. TIDAK BERBENTUK SEPERTI MAKHLUK CIPTAAN NYA. SUBHANI.. SELAWAT DAN SALAAM SETUNGGAL.

    Suka

  18. KALAU ARTIKEL NYA BERTAJUK HAKIKAT DZAT.. TAUHID HAKIKI.. ITU SAHAJA.. JANGAN MENCERITA KAN HAL YANG BUKAN SUMBER TAJUK NYA.. HAKIKAT DZAT ITU APA? Dan TAUHID HAKIKI ITU APA KALIMAT NYA ??? SEMOGA BERKAH TEGUH DAN SALAAM SELALU.

    Suka

  19. ASSALAAMU’ALAIKOM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. “AWALUDIN MA’RIFATULLAH arti makna yang sebenarnya.. PERTAMA AGAMA MENGENAL NAMA BAGI DZAT YANG MAHASUCI LAGI MAHATERTINGI ” Dan bgitu jua KALIMAT TAUHIDUL ISMUDZAT ” LA ILAHA ILLALLAH ” arti makna yang sebenarnya ” TIADA DISEMBAH KECUALI ISMUDZAT YANG MAHA SUCI LAGI MAHA TERTINGGI ” yang disebut ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA ITU . . Dimana DIA DZAT YANG MAHASUCI LAGI MAHATERTINGI ITU ? .. LAISA KAMITHLIHI SYAI’UN WAHUWA SAMI’UN BASYIR WAHUWA SAMI’UN A’LIEM.. arti maknaNya.. YANG TIDAK BERBENTUK SEPERTI MAKHLUK.. DAN DIA MAHA MELIHAT MAHA MENDENGAR DAN DIA MAHA MELIHAT MAHA MENGETAHUI.. WAHUWA MA AKUM AINAMA KUNTUM arti maknanya DAN DIA BERSAMA KAMU WALAUPUN DI MANA KAMU BERADA. Demikian itu adalah Kesadaran IMAN YANG MENGHASILKAN KETAQWAAN YANG SEBENARNYA !!!! Umpama Contoh.. Kalau kita hendak melakukan maksiat, kita sadari yang DIA TUHAN BERNAMA ALLAH ITU MAHA MELIHAT.. Kalau kita hendak mengumpat hal orang lain, kita sadari yang DIA TUHAN BERNAMA ALLAH ITU MAHA MENDENGAR.. Dan kalau hati kita hendak berburuk sangka atau hasad dengki, kita sadari yang DIA TUHAN BERNAMA ALLAH ITU MAHA MENGETAHUI HATI KITA. Sedemikian itu adalah ILMU KESEMPURNAAN INSAN KAMIL yang senantiasa sadari DIA TUHAN BERNAMA ALLAH ITU SENANTIASA MENGAWASI KITA WALAUPUN DI MANA KITA BERADA. Pencerahan demikian ini, semoga bermanfaat buat kita sebagai muslim mukmin kita bersama. SADAQALLAHUL A’ZIEM. ASTAGHFIRULLAH. BAROKALLAH FIIKUM.

    Suka

  20. ASSALAAMU’ALAIKOM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. IMAN.. ISLAM DAN IHSAN YANG SEBENARNYA DARI AJARAN NABI MUHAMMAD SALALLAHU A’LAIHI WASALLAM. SABDA NABI MUHAMMAD SAW: ” BERIBADAHLAH KAMU, SEOLAH OLAH KAMU MELIHAT AKAN ALLAH. SEANDAINYA KAMU TAK DAPAT MELIHAT ALLAH. SESUNGGUHNYA ALLAH SENANTIASA MENGAWASI MELIHAT KAMU ” INILAH YANG SEBENARNYA AJARAN MA’RIFATULLAH DARI AJARAN NABI MUHAMMAD SALALLAHU A’LAIHI WASALLAM.

    Suka

  21. ALASTU BIRABBIKOM.. QALUU BALAA SYAHIDNA.. ASTAGHFIRULLAH.. LINDUNGILAH KAMI DENGAN KEAMPUNANMU DARI KEMURKAANMU, BIMBING LAH KAMI DALAM MELANGKAH PERJALANAN HIDUP DI DUNIA DAN DI AKHIRAT NANTI., DAN BERILAH KAMI KEKUATAN UNTUK BERTINDAK SESUAI DENGAN KEHENDAKMU. ALHAMDULILLAHI RABBIL A’LAMIEN.. WASSALATU WASSALAMMU A’LA ASHRAFIL ANBIYA’II WALMURSALIN RAHMATAN LIL A’LAMIEN SAIYIDINA MUHAMMADIN WA’ALA ALIHI WASAHBIHI AJMAIN. AMMA BA’DU.. ITTAQULLAH WA ATI’UN.. LAISA KAMITHLIHI SYAI’UN WAHUWA SAMI’UN BASYIR WAHUWA SAMI’UN A’LIEM.. WAHUWA MA AKUM AINAMA KUNTUM.. IMAN ISLAM DAN IHSAN.. SABDA NABI SAW ” SESUNGGUHNYA IHSAN ITU.. BERIBADAHLAH KAMU, SEOLAH OLAH KAMU MELIHAT AKAN ALLAH. SEANDAINYA KAMU TAK DAPAT MELIHAT ALLAH., SESUNGGUH NYA ALLAH SENANTISA MENGAWASI MELIHAT KAMU ” // PESAN NABI INI ADALAH AJARAN YANG PALING MUDAH LAGI JELAS MA’RIFATULLAH SUNGGUH BERMANFAAT., UNTUK MENYAMPAIKAN KEPADA ANAK CUCU KITA.. WAHAI ANAK CUCUKU, JANGAN BERBUAT MAKSIAT YA ! JANGAN BERCAKAP BOHOHNG YA ! DAN JANGAN BERBURUK SANGKA TERHADAP SESAORANG YA.! KERANA ALLAH ITU MAHA MELIHAT, MAHA MENDENGAR DAN LAGI MAHA MENGETAHUI HATI (QOLBI), QAULI ( UCAPAN) DAN FE’LII (PERBUATAN) KITA. KESADARAN INI LAH MERUPAKAN MA’RIFATULLAH YANG SEBENARNYA.. KALAU KITA SADAR BAHAWA ALLAH SENANTIASA BERSAMA KITA.. SUDAH PASTI KITA SELAMAT DARI GANGGUAN MAKHLUK JAHAT, MAKA TERBEBAS LAH KITA DARI BERBUAT PERKARA KEJI DAN KEZALIMAN. AMIIEN.. BAROKALLAH FIIKUM. SEMOGA BERKAH TEGUH SELAMAT RAHAYU.

    Suka

  22. BUKAN KAH ISLAM MEMILIKI PEGANGAN YANG BERUPA AL QURAN. MALAHAN DIDALAM ALQURAN TELAH DI JELAS KAN NAMA TUHAN IAITU ALLAH. BAHKAN JAUH SEBELUM HADIR NYA AL QURAN, ORANG ORANG ARAB TELAH MENGENAL BAHWA ALLAH MERUPAKAN SEBUTAN BUAT DZAT YANG DI ANGGAP DZAT YANG MAHASUCI LAGI MAHATERTINGI. HAL INI DAPAT DI KETAHUI DALAM AL QURAN PADA SURAH AL ANKABUT :61 ” DAN JIKA KAMU BERTANYA KEPADA MEREKA, SIAPA YANG TELAH MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI DAN MENUNDUKKAN MATAHARI DAN BULAN. ? ” MEREKA MENJAWAB ” ALLAH ” BEGITU JUGA PADA SURAH AL ANKABUT :63 / SRH LUQMAN: 25 / SRH AZ ZUMAR :38 / SRH AL ZUKHRUF: 9./87. // SEBAHGIAN AHLI TAFSIR BERPENDAPAT BAHWA YANG DI MAKSUD KAN AYAT TERSEBUT ADALAH RASULULLAH MUHAMMAD JIKA BERTANYA KEPADA ORANG ORANG ARAB TENTANG TUHAN., MAKA MEREKA MENJAWAB ” ALLAH “.. ISTILAH SEBUTAN ALLAH, SUDAH DI PAKAI SEBELUM HADIR NYA AL QURAN. BEBERAPA TAHUN SETELAH KEHADIRAN FIRMAN TUHAN YANG DI AL QURAN.. MAKA FIRMAN TUHAN SERING MENYEBUT DZAT YANG MAHASUCI LAGI MAHATERTINGI ITU DENGAN NAMA AR RAHMAN.. TENTU SAJA HAL ITU TERDENGAR ASING BAGI ORANG ORANG ARAB PADA SAAT ITU.. HINGGA MEREKA MELAKUKAN PENOLAKAN, KARNA TIDAK MAHU MENGARTIKANNYA NAMA TUHAN IAITU ALLAH DENGAN SEBUTAN BARU IAITU AR RAHMAN. MAKA TUHAN BER FIRMAN KEPADA NABI MUHAMMAD SAW ” KATAKAN LAH. SEBUTLAH ALLAH, ATAU SEBUTLAH AR RAHMAN, DENGAN NAMA APA SAJA KAMU MENAMAI DIA., MAKA KEPUNYAAN NYA LAH SEMUA NAMA YANG INDAH ” MENURUT SAYYID QUTUB DALAM TAFSIRNYA FI DZILAL AL QURAN, FIRMAN INI MENGANDUNG “MAKNA ” BAHWA MANUSIA DI BENAR KAN MEMANGGIL ATAU MENAMAKAN TUHAN MEREKA, SESUAI DENGAN NAMA NAMA YANG INDAH YANG PALING TERBAIK. FIRMAN INI JUGA MERUPAKAN SANGGAHAN ATAD PANDANGAN KELIRU MEREKA., IAITU ALLAH ATAU AR RAHMAN, SAMA SAJA, DAN KEDUA NAMA TERSEBUT MENUNJUKKAN KEPADA HAKIKAT WUJUD MUTLAK YANG ESA. SEKIAN.. WASALLAM.

    Suka

  23. HAKIKAT DZAT.. HAKIKAT TAUHID ” LA ILAHA ILA ANA ” KESEMUANYA TIADA KECUALI AKU SAHAJA YANG ADA KATA NABI SAW.. KESEMUANYA TIADA KECUALI DZAT. SUBHANI SELAWAT DAN SALAAM SETUNGGAL.

    Suka

  24. SALAM UKHUWWAH UNTUK SEMUA.. “” SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH PERMAINAN DAN SENDA GURAU “” (( QS. Muhammad 3:7))..!!! .. DUNIA ini ibarat pentas dan Lakunan.. MANUSIA itulah Pelakun dan Pengarah utamaNya.. AL QURAN DAN AS SUNAH itulah SkripNya.. MALAIKAT itulah JurugambarNya.. ISLAM itulah Jalan CeritaNya.. KIAMAT itulah Tamat PengambaranNya.. PADANG MAHSYAR itulah Tempat PenganugerahanNya.. RASULULLAH SAW Adalah Penerima Anugerah yang TerbaikNya.. ALLAH SWT Adalah HakimNya.. SYURGA dan NEREKA Adalah TROFINYA.. LA ILAHA ILA ANA Adalah PENGRUSI KESEMUANYA.

    Suka

  25. INTI AJARAN MA’RIFAT DARI FIRMAN DAN SABDA NABI MUHAMMAD SAW, KEPADA SAIDINA ALI R.A., LEBIH MANTAP DAN LEBIH ATASI DARI AJARAN SABDA WEDANTA DAN GAUTAMA BUDDHA SERTA LEBIH JELAS LAGI DARI AJARAN AJARAN PAHAMAN AHLI SPRITUAL YANG LAIN BERKENAAN “AKU SEJATI “..!!! Sekian Selawat dan salaam.

    Suka

  26. SUNGGUH BENAR APA YANG DI PERKATAKAN ITU SEMUA NYA BERSUMBER DARI FIRMAN DAN SABDA NABI MUHAMMAD SALALLAHU A’LAIHI WASALLAM.. TANPA KEHADIRAN NABI MUHAMMAD SAW., KITA SEMUA TAK AKAN MENGENALI ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA.. Atau.. ISMUDZAT YANG MAHA SUCI LAGI MAHA TERTINGGI.. ILAHANA.. SELAWAT DAN SALAAM.

    Suka

  27. TAUHID TIDAK HANYA ILMU UNTUK MENGETAHUI DAN MENGAKUI KEKUASAAN SERTA KEESAAN TUHAN. JIKA HANYA DEMIKIAN, MAKA IBLIS PUN SUDAH SAMPAI PADA TAHAP MA’RIFAT. IBLIS TELAH MENGAKU BAHWA TUHAN ITU ESA DAN MAHA KUASA. NAMUN PENGAKUAN NYA TIDAK DI IKUTI DENGAN SIKAP TUNDUK/HORMAT TER HADAP NUR NABI MUHAMMAD SALALLAHU A’LAIHI WASALLAM..!!! Dari NUR NABI MUHAMMAD SAW, MAKA KESEMUANYA ADA.. TERMASUK KITA SEBAGAI UMAT MUHAMMAD HARUS BERSIKAP TUNDUK/HORMAT TER HADAP BAGINDA NABI MUHAMMAD SALALLAHU A’LAIHI WASALLAM., SUMBER SEGALA ILMU INTISARI IMAN, ISLAM, IHSAN DAN TAUHID SERTA MA’RIFATULLAH. SEKIAN.. SELAWAT DAN SALAAM.

    Suka

  28. kenapa disini jarang menggunakan dalil al-qur’an secara utuh malah sepotong, dan tolong jelaskan sesuai Al-Qur’an dan hadits bukan dengan akal belaka, atau tunjukan hadits yg soheh beserta perawinya. Tolong jelaskan makna surat Albakarah (ayat kursi ) mohon penjelasan?

    Suka

  29. aku adalah dzat,asma,sifat afal allah.semua harus buat pengakuan ini.tertegaklah kalimah lailahaillah.tiada yg ujud aku hanyalah allah.matikan sifat makhluk.fanakan diri.ssungguhnya yg berjalan adalah kudrat allah,yg melihat adalah penglihatan allah,yg mendengar adlh pendengaran allah,segalanya allah,allah,allah.yg bijak padaku adlah bijak allah,pandainye aku adlh pandainya allah,segala rasa dlm diri sayang,pemurah,baik hati adalah nama2 allah.barang siapa yg mengatakn smue sifat dlm dirinya adalah kepunyaannya SENDIRI adalah SYIRIK.

    Suka

  30. ksimpulan dr materi diatas adalah untuk mngenal Allah Swt wajib tidak ada diri. klu diri sdh kt matikan maka yg ada hx Dia. kt hidup,brgerak,brsifat,mrasakn smuax krn Dia. hx allah yg dpat melihat dirix,dengan allah pula mengenal dirinya sendiri, matikan dirimu sbelum matimu. kmbali pd pnciptaan mnusia pertama ykni adam. adam artinya tidak ada. serahkanlh dirimu seutuhnya hx pd allah. bertauhid bukan berarti penyatuan hmba dgn tuhan akan tetapi mentiadakan diri yg ada hx allah semata. yakinlah allah ada krn kt semua adalah saksix, atau yg mmbenarkan kberadaanx. bila tak ada makhluk mana mungkin kt akan mngenalx. jd jagalh baik2 ap yg allah brikn pdmu. sbab smua adalh milikx.semua akn kmbali pd pmilikx. kmi datang dr pada Allah dan kmbali kpada Allah. aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s