HAKIKAT ZAT FISSIFATULLAH (3)


Hakikat Dzat pada Sifat Allah .Sekarang kita sudah memasuki kajian ke empat dari Hakikat Zat Pada Sifat Allah, tapi kalau dilihat dari awal, kajian keempat ini sudah merupakan kajian keenam yang saling berhubungan dimana sebelumnya telah dibahas  Mengenal Allah .

Seluruh tanggapan dan komentar tersebut akan kita coba, insya Allah membahasnya satu per satu setelah kajian Hakikat  Zat Pada Sifat Allah  ini selesai secara tuntas yaitu berhasil mengantarkan seluruh pembaca dan pengunjung blog ini menemui tuhannya masing-masing. Insya Allah

Selanjunya dari awal SAYA selalu dan tidak akan pernah bosan mengingatkan bahwa, Kajian Hakikat Zat Pada Sifat Allah ini adalah sebuah kajian yang bersifat pendalaman dari ilmu tauhid yang sangat membutuhkan pemahaman, maka bacalah setiap postingan ini secara berulang-ulang karena kalau hanya sekali baca saja dijamin tidak akan mendapatkan pemahaman apa-apa.

Beberapa istilah yang dipakai, mungkin kelihatan asing bagi sebagian orang, karena kajian ini adalah kajian yang sebelumnya bersifat terutup dan dipelajari secara exclusive di berbagai tempat. Itu pun murid-muridnya kebanyakan sudah berusia lanjut. Sehingga belum tentu semua orang pernah belajar dan mempelajari ilmu ini. Sehingga untuk hal-hal yang kurang dimengerti dan difahami sangat disarankan untuk mendiskusikannya di majelis taklim dan pegajian masing-masing dibawah bimbingan para guru yang memahami ilmu taswauf secara baik agar jangan tersesat.

Mari Kita lanjutkan kajian kita.

Sifat Hayat

Sebagaimana yang telah disampikan pada kajian sebelumnya bahwa diantara dua puluh sifat yang difahami dalam keyakinan Ahlul sunnah wal jamah terdapat dua sifat utama yang sangat menentukan keberadaan sifat-sifat yang lain. Tanpa dua sifat tersebut, maka keberadaan sifat-sifat yang lain akan tidak berarti, bahkan bisa meniadakan sifat yang lain.

Diantara Dua sifat Allah swt tersebut yang pertama telah disampaikan pada kajian sebelunya yaitu sifat ujud. Pada kajian ini kata akan memahami sifat kedua yaitu sifat Hayat yang berarti hidup. Sifat hayat ini sering juga dinyatakan sebagai ibu dari segala sifat Allah, karena tanpa sifat hayat ini sifat ujud pada zat Allah swt menjadi tidak berati sama sekali, sehingga mustahil sifat-sifat yang lain pada Allah swt bisa dibuktikan.

Allah Bersifat Hayat. Artinya Hidup. Allah hidup dengan sifat hayat-Nya. Sehingga dengan sifat hayat itu Allah maha hidup dan wajib bagi Allah untuk selalu hidup ( Hayun / Hayan ). Karena bukti hayat Allah swt tersebut pada hidupnya tubuh kita, maka hakikatnya bukan hidup kita, melainkan hayatnya Allah swt. Pemahamanya adalah Bukan hidup aku melainkan hidup-Nya Allah

Allah Bersifat Ilmu. Artinya Mengetahui. Allah tahu dengan sifat ilmu-Nya. Sehingga dengan sifat ilmu itu Allah maha mengetahui dan wajib bagi Allah untuk selalu mengetahui ( Alimun / Aliman ). Karena bukti ilmu Allah swt tersebut pada tahunya hati kita, maka hakikatnya bukan tahu kita, melainkan ilmunya Allah swt. Pemahamanya adalah  Bukan ilmu aku melainkan ilmu-Nya Allah

Allah Bersifat Kudrat. Artinya Kuasa. Allah berkuasa dengan sifat kudrad-Nya. Sehinga dengan sifat kudrat itu Allah maha kuasa dan wajib bagi Allah untuk selalu berkuasa ( Kadirun / Kadiran ). Karena bukti kudrat Allah swt tersebut pada kuasanya tulang kita, maka hakikatnya bukan kuasa kita, melainkan kudratnya Allah swt. Pemahamanya adalah  Bukan kuasa aku melainkan kuasa-Nya Allah

Allah Bersifat Iradat. Artinya Berkehendak. Allah berkehendak dengan sifat iradat-Nya ( Maridun / Muridan ). Sehingga dengan sifat iradat itu Allah maha berkehendak dan wajib bagi Allah untuk selalu menghendaki. Karena bukti iradat Allah swt tersebut pada kehendaknya nafsu kita, maka hakikatnya bukan kehendak kita, melainkan iradatnya Allah swt. Pemahamanya adalah Bukan kehendak aku melainkan kehendak-Nya Allah

Allah Bersifat Basyar. Artinya Melihat. Allah melihat dengan sifat basyar-Nya. Sehingga dengan sifat basyar itu Allah maha melihat dan wajib bagi Allah untuk selalu melihat ( Basyirun / Basyiran ). Karena bukti basyar Allah swt tersebut pada melihatnya mata kita, maka hakikatnya bukan penglihatan kita, melainkan basyarnya Allah swt. Pemahamanya adalah  Bukan penglihatan aku melainkan penglihatan-Nya Allah

Allah Bersifat Samik. Artinya Mendengar. Allah mendengar dengan sifat samik-Nya. Sehingga dengan sifat samik itu Allah maha mendengar dan wajib bagi Allah untuk selalu mendegar ( Samiun / Samian ). Karena bukti samik Allah swt tersebut pada mendengarnya telinga kita, maka hakikatnya bukan pendengaran kita, melainkan samiknya Allah swt. Pemahamanya adalah  Bukan pendengaran aku melainkan pendengaran-Nya Allah

Allah Bersifat Kalam. Artinya Berkata-kata. Allah berkata dengan sifat kalam-Nya. Sehingga dengan sifat kalam itu Allah maha berkata-kata dan wajib bagi Allah untuk selalu berkata-kata ( Mutakalimun / Mutakaliman ). Karena bukti kalam Allah swt tersebut pada berkatanya lidah kita, maka hakikatnya bukan perkataan kita, melainkan kalamnya Allah swt. Pemahamanya adalah Bukan perkataan aku melainkan perkataan-Nya Allah 

Jadi sampai dengan kajian keempat atau kajian keenam tentang  Hakikat Zat Pada Sifat Allah  ini sudah bisa sedikit dirasakan bahwa Tidak satu pun yang ada pada diri kita, melainkan hanyalah sifat Allah swt . Dengan pemahaman bahwa  Bukan aku melainkan sifat Allah semata-mata

Terakhir, sebelum memasuki kajian selanjutnya, saya kembali mengingatkan untuk menanyakan hal-hal yang kurang difahami kepada para guru kita, dan sebagai solusi alternafif, silahkan menyampaikan pertanyaan, saran, tanggapan, kritikan, batahan terhadap seluruh kajian ini pada kotak komentar yang tersedia. atau kirim via email  Insya Allah saya akan berusaha menjawab dan menjelaskannya sesuai dengan segenap kemampuan yang ada. [ Annafiz ]

20 comments on “HAKIKAT ZAT FISSIFATULLAH (3)

  1. (terdapat dua sifat utama yang sangat menentukan keberadaan sifat-sifat yang lain. Tanpa dua sifat tersebut, maka keberadaan sifat-sifat yang lain akan tidak berarti, bahkan bisa meniadakan sifat yang lain.)
    semua sifat allah itu sudah di WAJIBKAN, jadi menurut pendapat saya sih gak ada sifat allah yang paling utama dan sifat allah yang kurang utama..
    Mohon di pikir lagi..

    Suka

    • Siapa yg mengatakan adanya sifat Allah yg kurang Utama? kalimat hanyalah penyampaian agar bisa dimengerti. Allah memiliki 20 sifat wajib dan mustahi, apa anda faham dgn yg dimaksud dengan sifat wajib Allah? sehingga anda mengatakan segala sifat Allah DIWAJIBKAN?
      pengertian sifat wajib Allah adalah sifat yg hanya dimiliki oleh allah dan tdk dimiliki oleh Mahluk, itu pengertian dari sifat wajib Allah jd tidak semua sifat Allah itu disebut sifat wajib, Arrahman contohnya, ini tdk disebut sifat wajib.. hanya disebut ismussifat, knp? krn manusia juga memiliki sifat ini dari Allah. Allah adalah Qidam, Baqa, Wa qiyamu Bi nafsihi, tdk ada manusia yg memiliki sifat2 wajib ini.

      Suka

  2. mengenal diri . . .

    Suka

  3. Assalamu’alaikum
    sy brharap kita bisa shering bk di dunia maya maupun muwajjahah,ini alamat facebook saya jo.dak.3@facebook.Com mohon di add.Salam ukhuwah.
    Wassalamu’alaikum

    Suka

  4. Tulisann bagus mas,,, bwt dasar pengenalan.

    Suka

  5. saya mau bertanya tentang diri zat allah itu siapa, dan martabat ( Persamaan ) dengan zat allah itu kpada kita apa ?

    Suka

    • Diri Dzat Allah adalah Allah sendiri.. sedangkan martabat dengan zat Allah pada manusia ibarat.. anda bercermin.. dia yg diluar cermin dan yg berada didalam cermin itu sama.. tp yg diluar cermin adalah diri yg sebenarnya.. sedangkan yg didalam cermin tetap adalah bayangan semata.. jika kita merabahnya.. yg kita temukan tetap adalah permukaan cermin yg rata.. ” Sabda Rasulullah : Allah menciptakan Adam menurut Rupanya “.. hadist Kudsi.. Allah Berfirman : ” dengan tanganku mereka memegang.. dengan kakiku mereka berjalan.. dengan mataku mereka melihat.. dstnya” betapa hebat kata2 ini.. adakah yg bisa membantah Firman Allah dan Hadist Rasulullah tersebut? ( persamaan.. bkn lah persamaan secara hakiki.. melainkan persamaan secara majazi saja )..

      Suka

  6. hh

    Suka

  7. lalu posisi dzat Allah diamana kalo pada diri ini hanyalah sifat Allah, sedangkan sifat dat Dzat tak bisa terpsah

    Suka

    • Padanan Zat Alloh pada diri Manusia adalah jasad kita , tetapi telah turun tujuh martabat dimulai dari Kunhi-zat , menurun ke Alam Insan. Harap mendalami prinsip Ilmu Martabad Tujuh..untuk memudahkan faham

      Suka

  8. allah tetap allah Hamba tetap hamba tapi Esa !!

    Suka

  9. assalamualai kum,wr,wk
    guru saya ingin tanya awaluddin makripatullah(awal agama megenal allah) jdi yang saya tanyakan
    TUHAN SEBELUM NAMANYA ALLAH SIAPA NAMANYA?.Wassalam

    Suka

    • Sebelum Allah menciptakan NUR MUHAMMAD… siapakah yg mengenal Allah? dan dgn apa Allah memperkenalkan diriNya ? yakin dgn ASMANYA.. yakni ALLAH.. bagaimana mungkin mengenal TUHAN… dan AsmaNya sebelum DIA Memperkenalkan dirNya?.. ada paham yg mengatakan sebelum Allah memperkenalkan diriNya sebagai Allah… Allah bernama HUWA🙂.. wassalam..

      Suka

  10. asslamualaikum……guru sya ingin tanya ” WALLAHULAKOKUM WAMA TAK MALUN ” artinya : allah menjadikan kamu dan perbuatan kamu.jadi yang saya tanyakan guru seperti berbuat baik itu tentu dari allah,sedangkan berbuat jahat itu apa dari allah juga.mohon balasan guru.karna kami belum mengerti

    Suka

    • Intinya.. perbuatan baik dan buruk… adalah cobaan bagi manusia… ada yg diuji Allah dgn perbuatan jahat pada dirinya… dan ada yg di uji Allah dgn perbuatan baik pada dirinya… wassalam🙂

      Suka

  11. Salam guru.di sini saya ingin bertanya tentang solat.solat yg asalamualaikum.saya ketahui adalah penyerahan diri kepada allah.jika telah fana’ kan diri bermaksud kita tiada..amat lah susah untuk untuk pratik kan nya.bila mana sy diri kan solat tetap saya merasa diri ni ada..tolong terang kan fungsi fana’ kan diri dan cara myerah kan diri dgn betul…jawapan amat lah saya tunggu dari tuan guru..

    Suka

    • meniadakan diri bukan berarti diri bener2 tidak ada.. dalam sholat.. hendaklah mengatakan dalam diri.. berdiri sholat atas kehendak Allah.. segala gerak sholat adalah gerak Allah.. dgn kata lain kita berdiri sholat dan melakukangerak sholat atas redha Allah kepada kita.. maka pada hakikatnya segala gerak adalah gerak Allah..

      Suka

  12. Assalamualaikum,
    Sy hamba Allah yg jauh dri sempurna dan tdk berilmu. Mksud tujuan sy klo skiranya bpk msh aktif nulis artikel seperti ini, saya mau share to tpat nya berguru sm bpk lwat media ini. Itupun klo bpk tdk kberatan.
    Mohon jeanannya, terimksoh

    Suka

  13. ass.wr.wb,guru saya mau bertanya.mhon maaf sbelumnya.apa sblumnya guru pernah mendengarkan tentang pembeataan atau kata lain pemberitahuan,jika ya?apa semuanya sudah termasuk disitu?mhon infonya guru.

    Suka

  14. di dalam
    dada manusia itulah nur muhammad dan di dalam dada muhammad itulah nur allah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s