Sisa-Sisa Ajaran Tauhid (Mengesakan Tuhan) Dalam Al-Kitab


Sisa-Sisa Ajaran Tauhid (Mengesakan Tuhan) Dalam Al-Kitab

“Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel,
Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.”
[Markus 12 : 29]

Bersama dengan agama sebelumnya (Yahudi) dan agama sesudahnya (Islam), Kristen pada mulanya adalah keyakinan yang berlandaskan TAUHID (MONOTEISME MURNI) yakni sebuah Konsep yang mengajarkan dan menekankan bahwa Allah itu Esa.

Namun, Pengakuan akan keesaan Allah meskipun merupakan landasan fundamental bagi agama dan iman yang benar,itu saja belumlah cukup sebelum kita mengerti secara benar apa yang dituntut oleh Tauhid.Sebab,bila kita merujuk ke Alkitab,disana dinyatakan bahwa Iblis-pun mengakui akan Tauhid,namun dia tidak bersikap men-Tauhid-kan Allah,sehingga Tauhidnya Iblis itu tak membawa dia ke dalam pengampunan Ilahi,sebagaimana disebutkan:

“Engkau percaya,bahwa HANYA ADA SATU ALLAH saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.”{Yak 2:19}

Yang hendak ditegaskan oleh ayat ini adalah bahwa,memang pengakuan akan Tauhid itu baik pada diri kita,namun setan-setanpun percaya akan kebenaran fundamental ini dan mereka juga takut,tetapi kepercayaan mereka akan Tauhid ini tidaklah membawa setan-setan itu kepada pengampunan Ilahi dan keselamatan.Berarti ada pengakuan yang salah dan tidak tepat akan Tauhid ini.Jadi ada tuntutan konkrit agar Tauhid itu bersifat murni dan tak terkotori oleh SYIRIK/POLITEISME/MENYEKUTUKAN ALLAH.

Dari berbagai ayat – ayat Trinitas yang bertebaran dalam Alkitab,ternyata kita masih dapat menjumpai beberapa ayat yang secara TEGAS menguraikan Konsep Tauhid seperti yang terdapat dalam Akidah Islam yang bisa di golongkan menjadi 3 aspek Ke-Tauhid-an:

I. TAUHID ULUHIYAH (TAUHID DALAM KE-ILAHI-AN)

Tauhid Uluhiyah adalah pengakuan tentang keesaan Allah dalam Dzat,Hakekat,Nama,Sifat dan Keberadaan-Nya.Dalam Islam,biasa dikenal dengan istilah TAUHID ASMA WA SIFAAT.Alkitab menegaskan dalam Injil Markus 12:28-32;

28.”Lalu seorang ahli Taurat,yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu,datang kepadanya dan bertanya:HUKUM MANAKAH YANG PALING UTAMA?

29.Jawab Yesus:HUKUM YANG TERUTAMA ialah;Dengarlah hai orang Israel,TUHAN ALLAH KITA,TUHAN ITU ESA.

30.Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

31.Dan hukum yang kedua ialah:Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.

32.Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus;Tepat sekali Guru,benar katamu itu,bahwa DIA ESA dan bahwa TIDAK ADA YANG LAIN KECUALI DIA.”

Lebih lanjut,Alkitab menegaskan dalam kitab Yesaya 45:5-6;

5.”AKULAH TUHAN DAN TIDAK ADA YANG LAIN,KECUALI AKU TIDAK ADA ALLAH.Aku telah mempersenjatai engkau,sekalipun engkau tidak mengenal Aku.

6.Supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya,bahwa TIDAK ADA YANG LAIN DI LUAR AKU.AKULAH TUHAN DAN TIDAK ADA YANG LAIN.”

Kemudian ditegaskan kembali dalam kitab yang sama Yesaya 45:21;

“Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu.Ya,biarlah mereka berunding bersama-sama:Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala,dan memberitahukannya dari sejak dahulu?Bukankah Aku,Tuhan?TIDAK ADA YANG LAIN,TIDAK ADA ALLAH SELAIN DARI PADA-KU!Allah Yang Adil dan Juruselamat,TIDAK ADA YANG LAIN KECUALI AKU!”

Ayat-ayat di atas dengan tegas menunjukkan kepada kita bahwa Allah itu Tunggal tanpa ada sekutu dalam keberadaan-Nya.Dialah satu-satunya Tuhan yang tiada tandingan bagi-Nya.Dzat-Nya tak tertandingi.Tiada sekutu dalam Dzat maupun Wujud-Nya.Tidak ada yang berhak untuk disebut Ilah atau Allah selain Dia Yang Satu dan Esa itu.Karena Allah itu Esa,maka tak ada satupun yang dapat dibandingkan dengan-Nya,seperti dijelaskan dalam ayat berikut:

“Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku,hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku,sehingga kami sama?”{Yesaya 46:5}

II. TAUHID RUBUBIYAH (TAUHID DALAM KEPENGUASAAN)

Tauhid Uluhiyah saja belum cukup bila tidak dibarengi dengan Tauhid Rububiyah,yaitu iman dan percaya akan keesaan Karya dan Penguasaan Allah serta pengaturan,pemeliharaan,dan pemilikan-Nya atas alam ini.Mengenai hal ini disebutkan dalam Alkitab tepatnya di kitab Yesaya 44:24;

“Beginilah firman Tuhan,Penebusmu,yang membentuk engkau sejak dari kandungan:AKULAH TUHAN Yang Menjadikan segala sesuatu,YANG SEORANG DIRI membentangkan langit,yang menghamparkan bumi SIAPAKAH YANG MENDAMPINGI AKU?”

Ayat ini dengan tegas menunjukkan kepada kita bahwa Allah menciptakan segala sesuatu tanpa ada seorangpun yang mendampingi-Nya.Tak ada makhluk yang dapat menciptakan makhluk lain apalagi mendampingi Allah demi membantu karya-Nya,sebab Allah tidak membutuhkan bantuan siapapun dalam menjadikan alam ini.

Nah, karena Allah itu sendirian saja dalam menciptakan segala sesuatu,maka Dia sajalah sebenarnya Sang Pemilik segala sesuatu dalam alam semesta ini.Hal ini kembali ditegaskan dalam Alkitab yaitu dalam kitab Mazmur 24:1;

“Mazmur Daud Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya,dan dunia serta yang diam di dalamnya.”

Dan sebagai Pemilik satu-satunya atas alam semesta,maka Dialah juga Sang Pemelihara satu-satunya atas alam semesta dan semua yang hidup di dalamnya.Dan hanya kepada-Nya saja semua makhluk berhajat dan berharap: “SEMUANYA MENANTIKAN ENGKAU,supaya diberikan makanan pada waktunya.”{Mazmur 104:27}

Menyadari bahwa segenap hidup dan segala prosesnya itu berada dan tunduk di bawah kepenguasaan Allah Yang Satu itu,maka sudah seharusnyalah manusia mengarahkan bakti syukur dan ibadahnya hanya kepada Allah semata,untuk itulah kita membahas bentuk Tauhid yang selanjutnya.

III. TAUHID UBUDIYAH (TAUHID DALAM PERIBADATAN)

Tauhid Ubudiyah bermakna bahwa hanya Allah Yang Esa itu sajalah yang patut diibadahi manusia,serta tak ada yang lain yang patut disembah oleh manusia kecuali Allah Yang Esa itu.Dalam Injil Matius 4:10 tertulis demikian:

“Maka berkatalah Yesus kepadanya:Enyahlah Iblis!Sebab ada tertulis;Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu,dan HANYA KEPADA DIA SAJALAH ENGKAU BERBAKTI!”

“HANYA KEPADA DIA SAJALAH ENGKAU BERBAKTI!”,demikianlah ajaran Yesus yang merupakan penegasan dari apa yang diajarkan oleh Nabi Musa di dalam Taurat:”Engkau harus takut akan Tuhan Allahmu,KEPADA DIA HARUSLAH ENGKAU BERIBADAH dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.”{Ulangan 6:13}

Dan sebagai penutup, sebuah penegasan yang indah dari Yesus Kristus dalam Injil Yohanes 17:3;

“Inilah HIDUP YANG KEKAL itu,yaitu bahwa mereka mengenal ENGKAU,SATU-SATUNYA ALLAH YANG BENAR dan mengenal YESUS KRISTUS YANG TELAH ENGKAU UTUS.”

Dalam ayat ini,Yesus mengajarkan bahwa untuk memasuki HIDUP YANG KEKAL (di Sorga),syaratnya adalah dengan mengakui bahwa ALLAH adalah SATU-SATUNYA TUHAN YANG BENAR DAN BERHAK DISEMBAH,dan mengakui bahwa YESUS KRISTUS HANYALAH NABI DAN RASUL YANG DI UTUS ALLAH.

One comment on “Sisa-Sisa Ajaran Tauhid (Mengesakan Tuhan) Dalam Al-Kitab

  1. Izin share ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s