5. Ilmu Batin Adalah Ilmu Rahasia


5. Ilmu Bathin adalah Ilmu Rahasia.

Ketahuilah oleh anda, bahwa ilmu yang kami kemukakan dalam risalah ini adalah suatu ilmu rahasia yang halus dan dalam, jarang yang dapat memahaminya kecuali Ulama-ulama yang dalam pengertiannya (rasikh), yaitu mereka yang telah mendapatkan cahaya pada kata-katanya, suatu rahasia yang diwarisinya dari Para Nabi dan Para Aulia. Selain itu, mereka Ulama yang rasikh itu, benar-benar mengamalkan apa yang diamalkan oleh para Nabi dan Aulia, mereka telah mendapatkan “khashais” (beberapa keistimewaan) karena mengamalkan apa yang mereka ketahui. Allah berfirman :

“Wa Tilkanl-Amstaalu Nadlribuhaa Linnaasi,Wamaa Ya’qiluhaa Illal’Alimuun”

Artinya : “ Begitulah beberapa contoh dan missal yang kami kemukakan kepada manusia, namun tidak ada yang dapat memahaminya, kecuali orang-orang yang alim”

Rasulullah bersabda :

Nahhnu Ma’Aasyitul Anbiyaa’I Amaranaa an Nukallimannaasa’ Alaa Qadri ‘Uquulihim “

Artinya : Kami Para Nabi-nabi, Allah perintahkana kepada kami untuk berbicara kepada manusia, menurut tingkat kecerdasan mereka.

Menyampaikan hal-hal yang halus itu, bila tidak melihat tingkat kecerdasannya, maka akan menimbulkan fitnah dikalangan mereka. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w :

Maa Hadasta Ahadus Qauman Bi Hadiistin La Yablughuhu Uquluhum Illaa Kaana Fitnatan Lahum “

Artinya : Apapun yang dibicarakan seseorang kepada suatu kaum, dengan pembicaraan yang tingkat kecerdasan mereka tidak mampu untuk memahaminya, hanya akan menimbulkan fitnah terhadap mereka

Hadist Rasulullah :

“ innaa Minal ‘Ilmi Kahai’atil Maknuuni Laya’Lamuhu Illal ‘Aalimuun “

Artinya : Sesungguhnya ada ilmu itu laksana mutiara yang tersembunyi, tak ada yang mengetahui kecuali orang yang Alim Billah “

Orang yang Alim Billah itu ialah yang mengenal Dzat Allah, Sifat-sifatNya dan AsmaNya, serta Af’alNya. Allah menyertai ilmunya dan mereka amalkan dengan tekun apa yang mereka ketahui tanpa cacat. Imam Ghazali r.a menjelaskan di dalam Ihya ‘Ulumuddin : “ Larangan dimaksud berhubung sulit dan sukarnya faham”

Hadist selanjutnya menegaskan :

“ Ma Fadldlolakum Abuu Bakrin Bi Kastrati Shiyamin Wa Laa Bi Kastrati Sholaatin Walaakin Bisirrin Qorra Fii Sadrihi “

Artinya : Kelebihan Abu Bakar dari padamu, bukanlah karena banyak sholat dan banyak puasa, tetapi kelebihan itu karena suatu rahasia yang terletak didadanya “

Catatan :

Khusus untuk ini perlu sedikit penjelasan tentang :

1. Apa yang dimaksud rahasia dan .

2. Siapa yang dimaksudkan ahlinya.

Menurut kajian dan pengamatan, bahwa rahasia yang dimaksud menyangkut 2 segi. Pertama : Rahasia yang dapat dikatakan, ditulis dan dijabarkan. Kedua : Ada pula Rahasia yang tidak mungkin untuk diucapkan, ditulis dan dijabarkan. Menurut istilah, yang dimaksud rahasia adalah sesuatu yang tersembunyi. Didalam bahasa arab dikatakan  “ SIR ” .  Ilmu tersembunyi psykologi (ilmu jiwa) atau ilmu Batin adalah sesuatu ilmu yang membicarakan tentang apa-apa yang tersembunyi pada diri manusia. Ilmu ini adalah tergolong pada segi pertama diatas. Begitu pula tentang Ilmu Metafisika, ilmu yang mengungkapkan apa-apa yang ada dibalik alam nyata ini. Itupun juga termasuk ilmu yang tersembunyi. Rahasia pada segi kedua, ialah hakekat atau arti yang sebenar-benarnya dari sesuatu yang tersembunyi dari segi yang pertama itu. Misalnya, siapakah yang dapat menunjukkan secara tepa apakah itu “RASA”. Apakah rasa itu seperti Atom, molekul, Jauhar? Dan sebagainya… dan sebagainya.. Tak ada seorangpun yang sanggup menunjukkan dengan tepat, meskipun jaman kini sudah demikian majunya tehknologi. Tidak ada seorangpun yang dapat mengingkari adanya rasa? Namun tidak ada yg mampu mengetahui dengan pasti, apakah RASA itu?. Pembicaraan dalam pembahasan kita ini, adalah membicarakan hal-hal yang tersembunyi, yaitu pembicaraan sepanjang yang dapat ditulis, dikatakan dan dijabarkan, namun tetap dalam langkiran yang dikatakan isyarat dan itibar. Siapakah yang dimaksud Ahlinya ? Banyak yang menyangka dan berpendapat bahwa mempelajari tasawuf ketuhanan ini, haruslah sudah matang dalam hal-hal syariat, mendalam ilmu Fiqihnya, harus tahu segala hokum secara terperinci (tafshili). Katanya janganlah kita berikan ilmu rahasia ini kepada yang selain itu. Akhirnya banyak pengajian dalam hal ilmu ini secara sembunyi-sembunyi, diajarkan malah oleh orang yang bukan ahlinya. Manusia ingin mencari kepuasan batin dengan mencari ilmu kearah itu, akan tetapi bila diberati dengan bermacam syarat dan ketentuan yang dirasa sulit untuk dilaksanakan, akhirnya mereka mundur teratur atau timbul kecenderungan untuk pengisian batin itu dengan cara-cara yang praktis, yang malah timbul hasil sebaliknya tidak sesuai dengan ajaran yang benar. Tapi apa mau dikata, mereka merasa mendapat pengisian batin sesuai hajat mereka. Kita jangan heran, bahwa orang yang berada ditempat padang pasir yang sedang kehabisan air dan tidak menemukan apa-apa untuk pelepas dahaga, disaat demikian, air kotor yang bagaimanapun akan diminum. Sebagi yang disabdakan oleh Rasulullah, “ Kadal Faqru ‘Yuristul Kufra ‘, artinya : hampir saja orang yang faqir itu menderita kekafiran.

Guru-guru saya dan saya sendiri tidak sependapat, bahwa untuk mempelajari ilmu ini, harus lengkap dengan ilmu-ilmu yang lain. Pengertian yang dikatakan “ Ahlinya “ ialah orang-orang yang memiliki kecerdasan dan intelenjia untuk dapat memahami permasalahannya, dan ada kegairahan untuk mendalami masalah kebatinan. Tentu saja mereka sudah harus mengerti mana yang baik dan mana yang buruk, meskipun pengertian mereka secara “ ijmali” (global = jumlah). Sebagai seorang muslim, mereka tentu mengerti dan mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat, puasa dan sebagainya yang mereka laksanakan. Apabila ada “ Ala Qadri ‘Uqulihim” (menurut ukuran kecerdasannya) ternyata tidak mungkin diberikan, maka jelas sekali akan membawa bahaya bagi si penuntut. Kecerdasan itu tentu saja dilihat dari segi usia atau umur yang menurut ilmu jiwa bahwa kecerdasan manusia sesuai dengan peningkatan umurnya. Dan tidak mungkin juga diberikan kepada seseorang meskipun cukup usia, tetapi sikapnya terlihat ciri-ciri kebodohan atau bebal. Hal ini tergantung dengan pengamatan seorang guru terhadap murid-muridnya. Kalau sekiranya kita gunakan pendapat yang pertama, dimana harus mendalami syariat, ilmu fiqih, dan lain-lain secara mendalam, apakah hal tersebut dapat dilakukan? Sedangkan waktu untuk mencurahkan perhatian terhadap hal tersebut memerlukan waktu yang panjang, bagaimana jika habis umur?.

15 comments on “5. Ilmu Batin Adalah Ilmu Rahasia

  1. Saya butuh guru/bingbingan ..
    Siapa yg bisa bantu saya ??

    Suka

  2. Alhamdulillah…. ikut baca ya pak…

    Suka

  3. Assalamu alaikum wr.wb.
    Nama saya jamal di makassar, saya pembaca dan pengemar tulisan anda. minta izin dan restunya untuk membaca dan mencopy segala ilmu dalam blog ini..wassalam wr.wb

    Suka

    • Wa alaikum salam wr.wb.. Silahkan.. semoga rahmat Allah atas kita semua.. baik pada permulaannya.. dan juga pada akhirnya.. aamiin

      Suka

  4. Asalammualaikum,
    Anak saya telah membaca ayat memanggil angel selama dua minggu tidak berhenti. kemudian satu malam bila ia mahu terlelap tiba tiba keluar lembaga besar bercahaya terang sekali bersama singa. Merasa amat gerun dan terasa kuat powernya. Ada sesuatu yang menghalang singa dari masok mencakar atau menyerangnya. kemudian anak saya terkeluar dari tubuhnya dan nampak mulutnya sendiri masih bembaca ayat. kemudian masok kembali semula ke tubuhnya dan cahaya itu pun hilang. Besok tanpa membaca ayat sepatah pun, Cahaya itu datang lagi, lebih kechil dan tidak bersama singa tapi mengeluarkan bunyi seperti suara ombak lautan yang mengatakan sesuatu. Malam ketiga, datang lagi tanpa cahaya, hanya bunyi ombak membisikan sama perkataan. Selepas itu tiada muncul lagi sehinga kini. Anak saya kata ia tidak percaya dengan membaca ayat dapat bertemu mahluk ini. Apa pendapat tuan tentang kesah ini? saya percaya ini bukan mimpi tetapi saya takut mahluk itu samaada malaikat atau ? selepas peristiwa itu anak saya kata jiwa nya rasa rengan tenang sekali dari dahulu.

    Disukai oleh 1 orang

  5. mang, saya minta izin untuk mempelajari apa2 yg ada disini ya.. Semoga allah memberi petunjuk pada anda dan seluruh umat islam terhusus pada saya aamiin

    Suka

  6. Assalamu ‘alaykum,

    Izin menanggapi bagian ini:

    “Kalau sekiranya kita gunakan pendapat yang pertama, dimana harus mendalami syariat, ilmu fiqih, dan lain-lain secara mendalam, apakah hal tersebut dapat dilakukan? Sedangkan waktu untuk mencurahkan perhatian terhadap hal tersebut memerlukan waktu yang panjang, bagaimana jika habis umur?”

    Kalau dari pengamatan saya, yang disyaratkan thariqah2 itu minimal tahu halal dan haram serta mengamalkannya. Tidak perlu mendalam seperti belajar ushul fiqh dsb. Nah, masalahnya banyak pengikut tasawwuf yang tentang halal-haram pun masih banyak belum tahunya, termasuk yang dasar seperti percampuran lawan jenis, musik, rokok, dsb.

    Wallahu a’lam.

    Suka

    • mksdnya ilmu uzul fiqih dan ilmu hukum2 syariat.. biasanya tidak dipelajari secara khusu.. krn bisa kita dapatkan dengan jalan mendengarkan ceramah2 dimasjid.. dan secara hakikat.. manusia memiliki kemampuan membedakan baik dan buruk.. halal dan haram.. krn dalam diri manusia ada sifat ketuhanan..

      Suka

  7. saya hasan mohon izin copas,

    Suka

  8. Assalamualaikum wr wb, akhrirnya yg saya cari selama ini ketemu juga tanpa disadari dipertemukan dengan blog annafiz, suatu rahmat dari allah ilmu nya yang tanpa batas, berusaha mencari hakikat yg sebenarnya dari sebagian ilmu nya seluas samudra di antara satu tetes air

    Suka

  9. pada inti ny bagi saya Alhamdulillah diadakan oleh allah, kemudian dikenalkan allah melalui keturunan ayah ibu islam, dan diberi tambahan berupa hidayah, karunia yg paling besar .sehingga memantapkan keimanan, diri ini hina, bodoh, lalai,tidak ada apa2 ny, hanya bisa pasrah berharap ,berusaha patuh dan tunduk , sujud merendahkan diri yg kecil diantara makhluk yang paling besar arasy ny allah, berharap keridhoan ny

    Suka

  10. setelah saya baca dari kajian hakikat ini. saya sampai tidak bisa berkata2 lagi, bertanya2 lagi, berfikir lagi, tidak bisa terjangkau bagi saya karena fikiran saya terbatas. saya hanya bisa melihat dari ciptaan ny yg begitu sempurnah tanpa cacat sampai letih melihat ny tiada cacat, hanya bisa tersungkur betapa sempurnanya ciptaan nya, jangan sampai iman ini hilang, sehingga saya kehilangan allah yang saya cintai, biar orang berkata lain tetapi perasaan ini, cinta ini hanya diri dan allah yang tahu

    Suka

  11. terkadang diri ini lalai, terhalang oleh hawa nafsu yang terlihat di depan mata, begitu dahsyat,itu menjadi ujian bagi saya jangan sampai mengalahkan cinta kepada allah yang di cintai. kehidupan semakin banyak tantangan diakhir zaman ini,terutama fitnah.mempersiapkan diri terutama iman sebagai benteng menghadapi tantangan kedepan

    Suka

  12. Kalau serba susah pembahasannya, inilah itulah alasannya mending jangan buka blog kasihan org yg berkunjung ke blog anda jadi sia2 dan buang waktu, ma’af ya gan agak dikit keras.

    Suka

    • apanya yg dikit keras?? malah biasa aja.. mungkin agak sulit bagi mereka yg tdk diberikan cahaya ilmu oleh Allah kepada hatinya.. namun bagi mereka yg dibimbing Allah kepada cahaya-Nya.. pembahasan yg ada dapat mereka tangkap dengan mudah.. segala sesuatu kembali lagi kepada diri masing2.. knp mereka mampu dan aku tidak?? apa yg kurang pada diriku?? mawas diri dan intropeksi diri itu yg terbaik..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s